» » » Ketua DPD Golkar Jawa Barat Meminta Pemprov Perhatikan Masyarakat di Wilayah Konservasi Hutan Jawa Barat


SJO PURWAKARTA - Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara terkait dengan alih fungsi lahan konservasi hutan menjadi daerah perkebunan atau pertanian di seluruh wilayah Jawa Barat. "Hal ini terkait dengan banjir bandang yang melanda Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang yang menimbulkan kerugian materil sekitar Rp15 Milyar ditambah dengan dampak psikologis pasca bencana yang harus diderita oleh warga sekitar." Jumat (27/5)

Saat ditemui disela waktunya Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan, bahwa, banjir bandang di Cisalak Subang harus menjadi pelajaran bagi Pemprov agar segera mengambil tindakan tegas. Karena problem yang mendera masyarakat di sekitar wilayah konservasi adalah kesejahteraan. Ini mengakibatkan mereka melakukan perambahan hutan secara ilegal.

"Pemprov harus segera melakukan penganggaran untuk subsidi bagi mereka bisa subsidi pertanian, peternakan bahkan jika perlu ada subsidi per bulan agar mereka tidak merusak hutan." Jelasnya.

Sehingga Dedi melalui Fraksi Golkar di DPRD Provinsi Jawa Barat, segera mendesak Pemprov untuk memberikan subsidi. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2017, harus menjadi solusi penerapan subsidi yang dia maksud.

"Kalau subsidi ini tidak masuk ke nomenklatur APBD dan tidak dijalankan dengan baik. Saya yakin perambahan hutan akan terus berlangsung. Ingat loh Jawa Barat memiliki wilayah lereng yang cukup banyak." Uangkapnya.

Dalam hal ini, Dedi juga menyoroti konsep rencana tata ruang dan wilayah Jawa Barat. Agar lahan konservasi, tidak boleh beralih fungsi demi keuntungan semata.

"Lahan konservasi harus tetap menjadi lahan konservasi. Hutan itu paru-paru Jawa Barat". Pungkasnya. (DeR).

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: