» » KEKAYAAN SUMBER DAYA INDONESIA TERHADAP INDUSTRI KREATIF & PEREKONOMIAN INDONESIA

Oleh : DITA RUSDANIASTUTI PARMASHARY


MAHASISWA MASTER OF BUSINESS ADMINISTRATION ITB

Indonesia dilihat dari sisi ekonomi, menunjukan trend yang amat menarik atau meningkat. Potensi ekonomi Indonesia sangat tinggi dan potensial untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain, seperti Brazil, Rusia, Cina, India. Menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dalam tiga bulan terakhir perekonomian Indonesia berada dalam kondisi baik.

“Untuk keseluruhan triwulanan, neraca perdagangan Indonesia triwulan I-2016 mencatat surplus sebesar 1,64 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus triwulan IV-2015 sebesar 0,45 miliar dolar,” jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara dalam keterangan resminya pada Jumat (18/4).

Hal ini berdasarkan penelusuran dan pengamatan yang dilakukan oleh empat lembaga anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yaitu Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Perekonomian Indonesia berasal dari berbagai macam sumber, baik dari UKM (Usaha Kecil Menengah), PEMDA (Pemerintah Daerah) maupun pajak dari pendapatan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Jika ingin digali lebih lanjut, pelaku bisnis industri kreatif dapat berkembang dengan sangat cepat dan dapat membantu perekonomian negara. Industri kreatif dapat dimulai dari UKM yang fokus terhadap kreasi dan inovasi.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan kultur atau budaya yang dapat dieksplor lebih lanjut. Dengan mengandalkan kreativitas, perbedaan-perbedaan dalam segi budaya di Indonesia bisa menjadi suatu kelebihan yang sangat menguntungkan bagi masyarakat luas. Salah satu contoh, UKM di daerah-daerah yang sudah memulai usaha mereka dengan memproduksi hasil pertanian daerah bagi daerah yang memiliki aset pertanian. Banyak juga mahasiswa atau kaum muda yang berpikir untuk berinovasi dalam mengembangkan produk lokal.

Hal ini tercermin di kota Bandung, Jawa Barat, dimana terdapat banyak bisnis atau usaha  kecil dan menengah  mulai dari kuliner sampai dengan clothing line. Peristiwa ini berbanding lurus dengan kota Bandung yang dapat dikatakan sebagai kota terbesar yang mengembangkan industri kreatif. Selain itu, berlimpahnya pendatang dari luar kota saat liburan ataupun weekend, terutama wisatawan lokal dari Jakarta, membuat bisnis atau UKM yang dijalankan di Bandung dapat memberikan sumbangsih terhadap pemerintah daerah.

Industri kreatif juga dapat menjadi salah satu variabel dalam pengaruh kenaikan atau penurunan GDP Growth Indonesia. Pada tahun 2016, GDP Growth Q1 – 2016 sebesar 4,92%. Sebaiknya, pelaku industri kreatif harus dapat berjaya di Indonesia dengan terus mengembangkan produk untuk diekspor. Bersamaan dengan hal tersebut, Indonesia dapat berdiri secara mandiri dan menyokong pendapatan negara, serta mengeksplorasi sumber daya yang paling banyak dimiliki oleh Indonesia, yaitu human resources.



SUMBER:

http://www.kemenperin.go.id/artikel/4060/Industri-Kreatif-Masih-Potensial

http://www.kemenkeu.go.id/Berita/neraca-perdagangan-ri-maret-2016-kembali-catatkan-surplus

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: