» » » Budaya Baca Modal Pokok Kemajuan


SJO KUNINGAN - Modal utama kemajuan masyarakat adalah tingkat pendidikan dan penentu utama kualitas pendidikan adalah budaya baca. Pemerintah bertekad mewujudkan mimpi indah Kuningan sebagai kabupaten pendidikan dengan gerakan Kuningan membaca. Di sinilah letak penting sumbangan USAID dengan 85.536 buku yang telah disumbangkan untuk warga Kuningan. Dengan bantuan ribuan buku ini, kiranya terdorong minat baca di kalangan masyarakat Kuningan mulai usia dini.

Demikian ungkap Wakil Bupati Kuningan Acep Purnama pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Kuningan, Senin (2/5). Peringatan Hardiknas digelar di Gelanggang Olahraga Kuningan dan dihadiri oleh ribuan orang meliputi stakeholder pendidikan, tokoh-tokoh sesepuh pendidikan, pengawas, guru, hingga siswa sekolah. Peringatan Hardiknas juga dijadikan sebagai titik awal pencanangan Kuningan sebagai kabupaten pendidikan. Wakil Bupati sebut program pokok dalam kerangka pencanangan Kuningan sebagai kabupaten pendidikan gerakan Kuningan membaca. Sejumlah kegiatan dilancarkan oleh segenap masyarakat Kuningan dalam rangka menumbuhkan budaya baca.

Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Barat Erna Irnawati sebut, pihaknya membantu Kuningan mewujudkan niat menjadi kabupaten pendidikan dengan program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia's Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS). Program lima tahun ini yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID) dan didesain untuk meningkatkan akses pendidikan dasar yang berkualitas di Indonesia. USAID PRIORITAS adalah bagian dari program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat. Di Kuningan, dua putaran paket pelatihan dalam bidang pembelajaran, manajemen sekolah, dan budaya baca sudah dilaksanakan untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs, sementara putaran tiga sedang berlangsung. Selain itu, program USAID PRIORITAS juga membantu Kuningan dalam hal tata kelola pendidikan berupa penataan dan pemerataan guru serta pengembangan keprofesian guru yang berkelanjutan.

Erna Irnawati juga sebut, USAID membantu Kuningan meningkatkan literasi dengan sejumlah langkah: (1) menyediakan buku bacaan fiksi dan non fiksi sebanyak 150 judul per sekolah mitra, (2) bekerja sama dengan The Asia Foundation (TAF) memberikan hibah buku bacaan berbahasa Inggris kepada SD/MI mitra, (3) meningkatkan kemampuan literasi anak dalam proses belajar-mengajar melalui pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru sekolah mitra, (4) melatih dan mendampingi kepala sekolah, guru, dan komite sekolah dalam menyusun perencanaan program dan kegiatan budaya baca di tingkat sekolah, (5) mendorong sekolah untuk melakukan kemitraan dengan perpustakaan daerah, CSR, orangtua/masyarakat, dan alumni, (6) mendorong pemerintah daerah menyusun kebijakan terkait kota literasi, dan (7) membantu stakeholder daerah menyusun perencanaan kabupaten/kota literasi.

Wakil Bupati Acep Purnama menaruh apresiasi atas bantuan USAID sambal menegaskan komitmennya untuk menjamin keberlanjutan program. "Kita teruskan kerjasama sampai tahun 2017 dengan mengoptimalkan program dan menyusun strategi untuk menjamin sustainabilitas program selepas tahun 2017," ujarnya. [DS/ASB]

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: