» » Oknum Polri Diciduk BNN Bukti Bandar Narkoba Berkuasa

Oleh : Peter S Simo Wibowo SH

Lembaga pemberantasan narkoba BNN yang saat ini dipimpin oleh Komjen Budi Baweso kembali menunjukan taringnya, tanpa pandang bulu sekalipun pelaku kejahatan narkoba memiliki jabatan pada korps kepolisian apabila melanggar hukum kejahatan narkotika tetap menjadi santapan  " kebuasan " Buwas dalam rangka menegakkan hukum dalam rangka membersihkan korps kepolisian dari oknum - oknum yang " main mata " dengan para bandar - bandar narkoba untuk memuluskan aksi kejahatan narkoba mereka serta lolos dari jerat hukum.

Pada Kamis 21 April 2016, BNN mengamankan seorang perwira pertama Polri AKP. Ichwan Lubis yang menjabat sebagai Kepala Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, yang bersangkutan diduga menerima suap dari seorang bandar narkoba internasional untuk bebas dari jerat hukum dan nilai barang bukti yang berhasil disita oleh BNN sungguh spektakuler yakni uang tunai yang diduga sebagai uang suap sebesar 2,3 milyar rupiah didalam rumah AKP Ichwan Lubis, dan setelah dicek rekening bank yang bersangkutan oleh pihak BNN tersimpan saldo sebesar 8 milyar rupiah, patut dicurigai yang mana secara normatif gaji yang diterima seorang anggota polri dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi setara Kapten di militer rasanya tak mungkin bisa mencapai angka saldo yang begitu banyak dikalikan dengan masa dinas yang bersangkutan, disini BNN perlu penyelidikan lebih mendalam lagi hasil perolehan uang didalam tabungan AKP Ichwan Lubis, dan penulis yakin apabila BNN dapat menelusuri dan menyidik kasus ini secara komprehensif maka patut diduga jaringan oknum - oknum polri yang turut bermain akan turut terseret dan banyak yang harus bertanggung jawab dimuka hukum, karena sangat kecil kemungkinannya AKP Ichwan Lubis sebagai " pemain " tunggal tanpa melibatkan oknum - oknum rekan seprofesinya baik atasan maupun bawahannya, penulis dan masyarakat hanya bisa berharap keliru atas dugaan tersebut, wallahuallam.

Dari perkembangan sepak terjang BNN dibawah kepemimpinan Komjen Budi Waseso, informasi yang masuk kepada penulis masyarakat sudah mulai " sedikit " merasakan adanya gejala penurunan peredaran narkotika diderahnya sekalipun belum signifikan tapi para pelaku - pelaku pengedar kelihatan sudah mulai kelihatan mengurangi aktifitasnya dan lebih berhati - hati karena khawatir aktivitasnya terendus oleh aparat BNN yang terkenal tanpa " kompromi " tak bisa disuap apalagi dipimpin oleh sang jendral " buas ".

Memang tantangan pak Buwas masih sangat - sangat berat dan besar dalam memberantas dan memberangus para bandar narkoba yang memiliki kekayaan begitu besar dan memiliki " anggaran taktis " yang begitu fantastis untuk kongkalikong atau ngoray (artinya Ular dalam bahasa Sunda-Red) dengan aparat penegak hukum, sehingga oleh karenanya peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu tugas BNN yang masih memiliki banyak keterbatasan untuk dapat mengungkap kejahatan -kejahatan narkoba di Indonesia yang mana masyarakat diharapkan dapat pro aktif serta tanpa ragu -ragu memberikan informasi -informasi sekecil apapun kepada pihak BNN untuk ditindak lanjuti. Terutama kejahatan suap kepada aparat penegak hukum yang tentu dapat membuat citra institusi polri dan penegak hukum lain menjadi semakin terpuruk.

Akhir kata penulis dan masyarakat Indonesia hanya bisa berharap besar serta mendoakan sang Jendral diberikan ketabahan dan keberanian untuk mengungkap kejahatan - kejahatan narkoba yang tergolong kejahatan luar biasa " extra ordinary crime " ini dengan cara - caranya beliau yang luar biasa dan senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa...Bravo Jendral Buwas !!!!!

*) Penulis adalah Kepala Kantor Hukum Swaha.



«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: