» » » Inkubator Gratis di Bandung, Bantu Selamatkan Bayi Lahir Prematur


Foto : Masyarakat yang membutuhkan Inkubator Gratis untuk Bayi Prematur dapat menghubungi Bagoes Arthaya

SJO BANDUNG - Berawal dari tergugahnya hati akan rasa kepedulian dan misi kemanusiaan, serta ketertarikannya mengikuti jejak pendahulunya , Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer yang juga penggagas program peminjaman inkubator gratis untuk bayi bayi prematur, sekaligus Guru Besar FT UI.

Bagus Arthaya (55), seorang dosen Fakultas Tekhnik di Perguruan Tinggi Universitas Parahyangan, Ciumbuleuit, Bandung. Selama satu tahun ini telah menjadi salah satu agen relawan dalam menyediakan peminjaman inkubator gratis untuk bayi - bayi prematur di rumah untuk wilayah Jawa Barat, khususnya Kota Bandung dan sekitarnya.

"Ini adalah panggilan jiwa, awalnya saya tergugah dengan program yang diusung oleh Pak Raldi dalam peminjaman inkubator gratis untuk bayi bayi prematur di rumah, setelah itu saya memutuskan untuk menjadi agen relawan di wilayah Bandung yang kebetulan saya juga mengajar bimbingan disini", tuturnya.

Menurut sepengetahuannya, "bayi kelahiran prematur dengan berat badan kurang dari 2,5 Kg di 28 hari pertama setelah kelahiran adalah masa masa paling kritis hidupnya, karena belum bisa menyesuaikan temperatur suhu diluar masa kandungan, untuk itu bayi tersebut membutuhkan alat bantu seperti inkubator ini".

Lanjutnya, " bagi siapa saja yang memiliki bayi dengan kelahiran prematur dan membutuhkan alat inkubator ini dapat langsung menghubungi saya, dan mohon informasikan nomor ponsel saya 0857-9333-8681 jika ada tetangga, sanak saudara, kerabat anda yang memiliki bayi dengan kelahiran prematur agar dapat segera dirawat dengan alat ini dirumah",Terangnya.

Untuk peminjaman alat inkubator dirumah caranya pun sangat memudahkan, orangtua bayi cukup menghubungi nomor ponsel diatas, lalu menyertakan fotocopy Ktp dan menandatangani pernyataan peminjaman. Adapun penandatanganan surat pernyataan peminjaman dicantumkan bukan tanpa alasan, "kendala itu selalu ada namun bukan berarti menjadi halangan, pernah beberapa bulan yang lalu salah satu orangtua bayi setelah meminjam rupanya enggan mengembalikan. Hal itu disayangkan karena menghambat ketika ada bayi yang lain sedang membutuhkan, mengingat alat inkubator yang tersedia saat ini masih terbatas. Padahal cukup dengan menghubungi, saya akan sempatkan mengambilnya sendiri, agar dapat diberikan kembali bagi bayi lain yang membutuhkan ", ungkapnya.

Menjadi agen relawan peminjaman inkubator gratis untuk bayi bayi di rumah. Bagus Arthaya, awalnya hanya memiliki dua buah alat inkubator saja. Setelah berjalan satu tahun pertama dan dibantu tiga rekan dosen lainnya, kini Ia telah memiliki 5 unit alat inkubator rumahan, dan telah membantu menyelamatkan bayi dengan kelahiran prematur sebanyak 24 bayi untuk wilayah Jawa Barat.

"Dalam beberapa waktu kedepan, saya berharap bisa mewujudkan rencana untuk menyediakan alat inkubator ini di setiap puskesmas wilayah pelosok pelosok Jawa Barat, salah satunya dengan cara mengajak para Alumni FT Unpar dan ITB untuk bergabung menjadi agen relawan ", harapnya.

Garth seorang ayah dari bayi prematur sangat mengapresiasi misi kemanusiaan yang dilakukan Bagoes, "Semoga dengan berjalannya program inkubator gratis dapat membantu terselamatkan bayi- bayi prematur. Bayangkan untuk menyewa 1 alat inkubator di rumah sakit memerlukan biaya hingga 500 ribu. Sementara bila menggunakan perawatan dengan obat bisa bertambah hingga total 1,3 juta per harinya. Semoga dengan adanya inkubator gratis dapat terbantu" harapnya.(Cyd)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: