» » Wagub Ingin SPG Wanadri 2016 Hadirkan 'Agent of Change'


SJO BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar membuka secara resmi kegiatan Sekolah Pendaki Gunung (SPG) Wanadri tahun 2016, di Taman Pramuka, Jl. RE. Martadinata kota Bandung, Senin (21/03/16).

Sekolah Pendaki Gunung (SPG) merupakan salah satu program Wanadri untuk memberikan pendidikan alam terbuka baik untuk anggota maupun untuk diluar anggota Wanadri.

Kegiatan SPG yang akan berlangsung 21 – 27 Maret 2016, di Taman Buru Masigit Kareumbi, Sumedang, Jawa Barat. Setiap siswa/i, yang pada penyelenggaraan kali ini terjaring sebanyak 66 peserta didik, akan diberikan pemahaman terkait pendakian gunung, maupun berbagai kegiatan di alam terbuka dengan titik fokus pada pembinaan mental, fisik, dan pengetahuan.

Serta dengan pembinaan intelegensia seperti Manajemen Perjalanan, Kesehatan Perjalanan, Komunikasi Lapangan, Navigasi, Survival, Konservasi, Mitigasi, Kebencanaan dan ESAR, Jurnalisme Perjalanan, serta tak ketinggalan yang penting tentunya tentang Patriotisme dan Nasionalisme.

“Dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi para penggiat kegiatan alam terbuka. Ini diharapkan dapat menjadi standar bagi penggiat alam terbuka di medan hutan tropis terkhususnya di Indonesia,” terang Wagub Deddy Mizwar pada arahannya.

Deddy juga ingin, melalui kegiatan SPG ini juga tentu diharap dapat memberikan manfaat positif bagi para siswa, yaitu peningkatan kompetensi personal dan kompetensi sosial, sehingga mencetak siswa berketerampilan, yang berfikir dan bertindak secara rasional.

Juga penting ditekankan Deddy, Pendidikan berbasis alam ini, dituntut untuk menghadirkan anggota yang siap menjadi Agen Perubahan (Agent of Change), yang akan bersumbangsih pada pembangunan. Serta mengawal tercapainya kesejahteraan bagi generasi saat ini, tanpa mengabaikan kelestarian alam untuk kelangsungan hidup generasi mendatang.


“Saya juga menbgaharap SPG 2016 dapat menghasilkan para anggota muda Wanadri yang siap tampil sebagai ‘Agent of Change’ atau Agen Perubahan, untuk mewujudkan paradigma pembangunan yang lebih berwawasan lingkungan,” ujar Deddy.

Sejak pertama kali didirikan 16 Mei 1964, Wanadri memang telah memiliki visi yang luhur, yaitu membentuk pemuda/i Indonesia yang tangguh, tabah, serta percaya pada kekuatan diri sendiri. Dalam menerapkan tujuannya, terdapat empat kegiatan pokok Wanadri yang meliputi penjelajahan, pendidikan, integrasi dengan masyarakat, dan perlindungan alam.

Pengembaraan di gunung, hutan rimba yang lebat, jurang yang dalam, tebing terjal, bergulat dengan arus deras, riam dan jeram di sungai, disadari atau tidak, tentu akan memberi pengaruh pada karakter seseorang. Berbagai rintangan yang dihadapi dalam pengembaraan akan membuat orang menjadi lebih tabah, tidak mudah putus asa.

Pun tengah kebesaran alam, keindahan dan tentu keganasannya, seorang Wanadri akan menyadari keagungan Tuhan Sang Pencipta. Dengan “Jalan pengembaraan,” inilah salah satu cara Wanadri mendidik manusia, khususnya anggota-anggotanya.(*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: