» » Posluhdes Sebagai Sarana PABM Di Wilayah Pesedaan

SJO BANDUNG -- Setelah Launching Pengasuhan Anak Berbasis Masyarakat (PABM) oleh Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan di Citepus (29/2/16), program PABM ini mulai disosialisasikan ke OPD di Lingkungan Pemprov Jawa Barat.

Netty Heryawan menyatakan keprihatinan atas angka kekerasan terhadap anak cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2015, P2TP2A Jawa Barat telah menangani 946 orang yang menjadi korban kekerasan. Hal tersebut menjadi tantangan pembangunan karena terjadinya kerentanan dalam keluarga karena rendahnya kesadaran orangtua.

Kerentanan keluarga ini disebabkan oleh pernikahan dini, perceraian, ibu bekerja sebagai buruh migran, orangtua tunggal dan pengalihan pengasuhan. Selain itu, kemiskinan juga yang mengakibatkan kerentanan sehingga terjadi kekerasan, penelantaran dan pelecehan terhadap anak yang seharusnya dilindungi.

"Maka PABM menjadi salah satu upaya preventif dan solusi atas disfungsi orientasi keluarga karena adanya kerentanan," lanjut Netty pada Pertemuan dengan Koordinator Penyuluh Kab/Kota Se Jawa Barat Pembahasan Tentang PABM di Aula Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Kamis (10/3/16).

Tujuan PABM ini, tegas Netty, untuk membangun kesadaran di tengah masyarakat dengan memiliki kepedulian dan ikut melindungi anak dari kekerasan dan penelantaran. Dengan melakukan penjangkauan disetiap wilayah Posluhdes (Pos Penyuluhan Desa) sehingga terpantau mana saja anak yang mengalami kerentanan.

"Sejatinya dengan melindungi anak dari tindak kekerasan itu artinya kita telah menyelamatkan peradaban bangsa di masa depan," harapnya.

Acara yang digagas oleh Badan Koordinasi Penyuluh Provinsi Jawa Barat yang diikuti oleh koordinator penyuluh di UPT kabupaten kota di Jawa Barat, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan dan Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat sebanyak 200 peserta.(*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: