» » » Pasutri Ini Tolak Bantuan Bupati Purwakarta


Meski Dihadapkan Dengan Sosok Bupati Purwakarta, Entah Mengapa Pasutri Ini tetap Menolak Segala Bantuan Yang Diberikan Pemerintah

SJO PURWAKARTA - Salah satu warga Desa Sukatani Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta, tidak terima anaknya meninggal akibat gizi buruk.
Namun, pihak keluarga dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) Agus dengan Irma, warga Desa Sukatani Kecamatan Sukatani Purwakarta, menegaskan, bahwa anak saya meninggal bukan karena gizi buruk, melainkan karena sakit. "Yang pasti saya tidak terima bilamana kematian anak saya ini, akibat dari gizi buruk." Tegasnya. Selasa (1/3).

Agus, menambahkan, bahwa saya mengakuinya, sering mendapat bantuan berupa beras dan susu, tetapi saya bagikan lagi kepada tetangga saya yang lebih membutuhkannya. Tambahnya.

Sedangkan menurut Asep, Kepala Desa Sukatani, mengatakan, pasutri ini, sering kali menolak bantuan yang kami berikan, bahkan pernah dibantu untuk memperbaiki rumahnya tetap saja menolaknya. "Kami pun pihak Pemeritahan Desa setempat, merasa bingung, karena setiap kali kami berikan perhatian dan batuan selalu saja di tolaknya, entah kenapa dan apa alasannya."

Kades Sukatani Asep, akhirnya melaporkannya langsung ke Bupati Purwakarta, bahwa saya kebingungan terhadap warganya.

Karena, warganya selalu menolak bantuan ataupun perhatian dari pemerintah. "Atas laporannya, Bupati langsung menyuruh saya membawa keluarga tersebut langsung kerumah dinas Bupati Purwakarta." Jelasnya. Selasa (1/3).

Setibanya keluarga Agus di rumah dinas Bupati, Bupati pun merasa heran. karena Agus tetap teguh pada prinsipnya, bahwa dirinya tetap tidak bisa menerima bantuan apapun dan dari siapa pun. Pasalnya.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengatakan, bahwa, ini merupakan pengalaman yang unik, ditawari bantuan perbaikan rumah hingga diberikan kebutuhan pokok mereka menolaknya.

"Waduh, ada - ada saja, saya tawari segala bentuk bantuan dan perhatian hingga saya berikan bantuan berupa uang tunai sebesar 25 Juta Rupiah pun, tetap mereka menolaknya. Padahal, mereka tinggal di rumah yang tidak layak, dan tidak memiliki penghasilan tetap." Pungkasnya.(DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: