» » Menteri Marwan Sebut Lamban, Ini Janji FOA untuk Indonesia


Foto : Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Marwan Jafar, saat menggelar pertemuan dengan Director General Food and Agriculture Organization (FAO), José Graziano da Silva di Malaysia.(Ist)

SJO JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Marwan Jafar mengatakan, dukungan FAO (Food and Agriculture Organization) terhadap peningkatan ketahanan pangan di wilayah NTT (Nusa Tenggara Timur) masih sangat lambat. Padahal, Kemendesa PDTT telah melakukan MoU dengan FAO untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut.

“Sejak Bulan Mei 2015, Kementerian Desa-FAO–ILO telah menandatangani kerjasama untuk mendorong Decent Work for Food and Suistanable Rural Development Programme (layak kerja untuk Ketahanan Pangan dan Pengembangan Perdesaan Berkelanjutan) di NTT. Namun sampai saat ini, dukungan FAO  masih sangat lambat,” ujarnya, saat bertemu dengan Director General FAO, José Graziano da Silva di Malaysia.

Menteri Marwan menjelaskan, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di NTT, melalui penguatan rantai nilai untuk 3 komoditi, yakni produksi jagung, rumput laut dan sapi.
“Namun ini belum belum berjalan sebagaimana yang diharapkan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, José Graziano da Silva berjanji akan menindaklanjuti dengan FAO Representative Jakarta dan akan memberikan feed back kepada Kementerian Desa PDTT. Ia meyakinkan Menteri Marwan, bahwa FAO akan memberikan dukungan penuh pada program tersebut.

“FAO akan memberikan dukungan penuh untuk percepatan pembangunan pedesaan, pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan di Indonesia,” ujarnya.

Selain membahas progres  kerjasama program ketahanan pangan di NTT, pertemuan tersebut juga menyepakati, bahwa akan disusun Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendesa dan FAO, untuk percepatan pembangunan perdesaan berbasis pertanian.(Ris)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: