» » » Melambungnya Harga Cabai Rawit Diduga Faktor Cuaca


SJO PURWAKARTA. Para petani cabai rawit, Desa Benteng Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta, meraup ke untungan hingga tiga kali lipat. "Untuk panen cabai rawit jenis bara dan pelita ini, hasilnya lumayan hingga harga jualnya pun tinggi, dibanding jenis lain."

Dari dua jenis cabai rawit tersebut, menurut Komarudin Kepala Desa Benteng Kecamatan Campaka, juga sebagai petani cabai rawit mengatakan cabei rawit jenis bara bertumbuh pendek berbuah banyak, begitupun cabai rawit jenis pelita tumbuh tinggi, lebat pula buahnya. Ungkapnya

Maka, para Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Benteng Tani, Desa Benteng Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta, lebih memilih bibit Dua jenis Cabei tersebut. "Dapat meraup ke untungan Tiga kali lipat, dari modal produksi 5 Juta rupiah untuk satu kali panen dari luas satu hektar." Jelas, Komarudin, di ladang pertanian cabai rawit. Selasa (15/3).

Yusuf Sulaeman, salah satu ketua Gapoktan Benteng Bertani, menambahkan, untuk di musim penghujan ini, produktifitas penanaman cabai rawit kurang baik, karena pupuk akan kurang diserap oleh tanaman. Sehingga, akan mengakibatkan tingkat kerusakan terhadap tanaman cabai hingga 5%, yakni dari tingkat kerusakan pusarium dan bakteri terhadap tanaman serta buah cabai rawit. "Unsur hara tanah mengalami kelembaban juga akan mengalami kerontokan pada daun dan bunga."

Sementara, sebagian besar para petani, lebih memilih menanam padi, sehingga pasokan cabai menjadi berkurang. "Diduga melambungnya haraga cabai rawit dampak dari kondisi cuaca."

Apalagi, kondisi cuaca yang sepanjang hari turun hujan sehingga dimanfaatkan petani untuk menanam
padi."

Diharapkan bagi para petani cabai rawit, di musim penghujan ini, harus lebih waspada terhadap hama trip dan lalat buah. "jangan sampai harga cabai naik petani merugi." Pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: