» » » Iwapa Pasar Jumaah Resah Tempatnya Dijadikan Mall dan Hotel


SJO PURWAKARTA - Ratusan pedagang Pasar Jumaah mengaku resah, mereka menolak pendirian mall dan hotel di lahan Pasar Jumaah. Penolakan itu disampaikan para pedagang saat menggelar audiensi dengan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Penghapusan Aset Pasar Jumaah di Raung Paripurna DPRD Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (18/3). Dadang Burhanudin, salah satu Pedagang di Pasar Jumaah,  mempertanyakan aspek yuridis formal pendirian mall dan hotel di Pasar Jumaah.

"Pendirian mall dan hotel dinilai bertentangan dengan Perpres No 112 tahun 2007, pendirian wajib memperhatikan aspek sosial masyarakat keberadaan pasar tradisional." Tegasnya.

Dadang, juga mempertanyakan soal, regulasi RTRW dan RDTR Kabupaten Purwakarta. "Apakah keberadaan mall dan hotel di Pasar Jumaah sudah sesuai dengan RDTR,.....? Karena, menurutnya, Perencanaan jangan dipaksakan, sehingga pedagang pasar yang dirugikan." Ketua Pansus, H.Komarudin menyampaikan, Pansus penghapusan aset Pasar Jumaah baru dibentuk Kamis (17/3). Pihaknya akan bekerja selama 14 hari kedepan untuk melakukan kajian aspek yuridis formal maupun sosilogis.

"Merupakan masukan penting dan akan melakukan komunikasi yang lebih intens lagi kedepan dengan saudara-saudara sekalian," Jelas, Komarudin di hadapan ratusan pedagang pasar. Jum'at (18/3).

Selepas audiensi, Ketua Ikatan Warga Pasar (Iwapa) Pasar Jumaah, Iwan S Arif mengatakan, bahwa, sekitar 400 pedagang di Pasar Jumaah, yang kini nasibnya diujung tekanan. "Kami resah dan menolak tegas pendirian mall dan hotel di Pasar Jumaah.

"Kami ini pedagang tradisional bukan pedagang mall, mind set ini harus diterima dulu oleh calon investor." Jelas Iwan.

Iwan mencontohkan, di Kabupaten Karawang, tepatnya di Jalan Tuparev, bahwa, para pedagang tradisional di sana tidak dirubah sama sekali.

"Padahal bikin Galuh Mas, kenapa Purwakarta tidak bikin seperti itu. Seharusnya ada zona baru yang disediakan, agar tidak menumpuk di Pasar Jumaah semua." Tambahnya.

Menurut dia lebih baik kalau ada kota satelit. "Kami sedang hidup, kami sedang berusaha. Kalau relokasi, itu bullshit semua. Mati semua dua tahun, saya gak tahu terus kemana. Pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: