» » » Gubernur Tinjau PLTA Upper Cisokan

SJO, BANDUNG BARAT–Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meninjau proyek pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS), di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (16/3/16).

PLTA UCPS berkapasitas 4 x 260 megawatt (MW) ini, direncanakan mulai beroperasi  penuh secara komersil tahun 2020 mendatang. Adapun tahap pembangunannya terdiri dari, pembangunan Jalan Hantar (Access Road), pembangunan Upper & Lower Dam, Power House dan Saluran air, dan pembangunan switchyard dan Jalur Transmisi 500 kV.

"Tadi sudah keliling - keliling yah, ke bendung atas. Dari situ juga terlihat bendung bawah. Kedepan dari dua bendung ini akan hadir Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Disebut dengan PLTA Upper Cisokan. Ini teknologinya unik, bendungnya kecil, dua bendung atas dan bawah. Ada pembangkitan, ada pompa balik,” ungkap Gubernur Aher.

Dengan dua bendungan yang ada, Air dari lower reservoir dipompa ke upper reservoir menggunakan sisa energy thermal (base load) yang diambil dari sistem interkoneksi Jawa – Bali saat beban rendah pada tengah malam atau pagi hari.

Kemudian pada saat beban puncak (peak load) antara pukul 17:00 – 22:00, air dialirkan dari upper reservoir ke lower reservoir melalui dua buah terowongan (headrace tunnel) dan pipa pesat (penstock) menuju powerhouse untuk menghasilkan energi  listrik.

PLTA Cisokan diharapkan dapat menambah pasokan energi pada saat beban puncak, sebagai fasilitas pembangkitan cadangan (stand by) jika terjadi penurunan kapasitas pada jaringan dan membantu mengatur frekuensi sistem keseluruhan antara 49 dan 51 Hz.

Kapasitas keseluruhan terpasang 1.040 MW, dengan sistem Pumped Storage adalah pertama di Indonesia.

“Ini adalah sebuah energi baru dan terbarukan, yang tentu sumber dayanya di Jawa Barat sangat memadai yaitu sumber daya air. Ini akan jadi PLTA terbesar dalam sejarah PLTA di Indonesia. Ini kapasitasnya 260 x 4 jadi 1.040 MW,” kata Aher.

“Mudah - mudahan ini kedepan menjadi energi baru yang dapat memenuhi kebutuhan di Indonesia, kebutuhan Industri, rumah tangga, untuk macam - macam kebutuhan. Ini masuk kedalam program 35.000 megawatt elektrik volume nasional," tambahnya.(ril(

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: