» » » Dansesko TNI Letjen TNI Agus Sutomo Memberikan Pembekalan Proxy War Bagi Pejabat Kejati Jabar dan ITB


SJO BANDUNG - Komandan Sesko TNI Letnan Jenderal TNI Agus Sutomo SE secara berturut-turut selama dua hari memberikan pembekalan  tentang Proxy War kepada Para Asisten Kajati, para Kajari, dan Staf di lingkungan Kajati Jabar, serta dihadapan 400 orang Mahasiswa ITB, dalam rangka mengatasi ancaman proxy war dan membangun bangsa menuju Indonesia Emas. Acara berlangsung di Sasana R. Soeprapto Kajati Jabar, Jalan RE. Martadinata, Bandung, Selasa (22/3) dan di Aula Barat Kampus ITB Jl. Ganecha No.10 Bandung, Rabu (23/3/2016).

Dalam kesempatan tersebut, Dansesko TNI mengatakan bahwa Kejati dan para Mahasiswa memiliki peran yang signifikan dalam upaya memerangi ancaman proxy war. Menurutnya, ancaman proxy war merupakan ancaman nyata yang dilakukan dengan langkah yang "halus", tanpa diketahui siapa aktornya. Proxy war berperang disegala lini kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menggunakan segala cara dan diantaranya yang paling efektif dengan menggunakan media massa.

Untuk menghadapi semua itu, diperlukan adanya kerjasama dan partispasi aktif dari masyarakat, termasuk didalamnya para Jaksa dan Mahasiswa. "Dibutuhkan kepedulian, keberanian mengambil sikap, dan berbuat dengan tulus ikhlas untuk kejayaan bangsa dan negara Indonesia, karena TNI tidak bisa melaksanakan tugasnya sendirian" demikian dikatakan Letjen TNI  Agus Sutomo, S.E.

Lebih lanjut Letjen Agus menyampaikan bahwa, ancaman proxy war di Indonesia bahkan telah masuk dalam kehidupan berkeluarga, hal tersebut dapat dilihat dengan nyata melalui gerakan LGBT (Lesbian, Guy, Biseksual, Transgender). Dengan mengatasnamakan HAM, gerakan ini secara masif melakukan kampanye, menyusup menghancurkan kebudayaan,  struktur sosial, dan keluarga di negeri ini. Mereka didukung oleh media sekuler dan kaum intelektual pendukung liberalisme barat.

Secara rinci Agus menyampaikan indikasi proxy war di Indonesia yaitu: gerakan separatis dan gerakan radikal kanan/kiri, demonstrasi massa anarkis, sistem regulasi dan perdagangan yang merugikan, peredaran narkoba, pemberitaan media yang provokatif, penyebaran pornografi, seks bebas, dan gerakan LGBT, tawuran pelajar, dan bentrok antar kelompok.

Di akhir pembekalannya, Jenderal bintang Tiga itu yakin, bahwa para Jaksa dan Mahasiswa dapat menjadi bagian motor penggerak kemajuan bangsa, untuk mengantisipasi sejak dini semua ancaman yang dapat menghancurkan NKRI dengan berbuat bijak dan bersatu menghadapi tantangan masa depan, dengan cara menjaga ke-Indonesia-an kita, yaitu: Pancasila, Ke-bhineka-an, semangat persatuan, toleransi, kesantunan, pluralisme, dan kemanusiaan.

Turut hadir dalam acara pembekalan di Kajati, antara lain, Djuariah Makmun, S.H. (Wakajati Jabar), Albert Siregar, S.H. (Asintel Kajati Jabar). Sedangkan pada acara pembekalan di ITB dihadiri oleh Prof., Dr., Ir. Kadarsyah Suryadi, DEA (Rektor ITB), Dr. Miming Miharja (Wakil rektor bidang AAK), Dr. Umar Khayam (Sekbid Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Mahasiswa, Lembaga Kemahasiswaan ITB), dan Ibu Dra. Samita Dewi Djajanti (Dirhumas dan Alumni ITB).

Sementara itu, Dansesko TNI didampingi oleh Marsma TNI Wishnu Sukardjo, M. Sc. (Dirdik Sesko TNI), Brigjen TNI Darlan Harahap, S.I.P. (Dirkersamik Sesko TNI), dan Kolonel Laut (P) Yoos Suryono Hadi (Paban II/Kersamik LN).(HST/Don)






«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: