» » » Cara Guru Dorong Keterampilan Literasi Siswa

Erna Irnawati pantau langsung praktik mengajar di sekolah guna pastikan peserta pelatihan mampu memandu pembelajar literasi berjalan secara efektif
SJO, CIREBON – Sekolah telah menunjukkan kemajuan proses pembelajaran dan budaya membaca. Kinerja guru dan siswa telah menunjukkan peningkatan yang menggembirakan, namun belum banyak karya tulis siswa yang orisinal, panjang, dan teliti. Karya siswa yang panjang berupa laporan, narasi, cerita, dan semacamnya masih relatif sedikit. Karya siswa yang teliti berupa tulisan yang terstruktur sesuai jenis tulisan dan mutu isinya sesuai tingkat kelas masih perlu didorong.

Demikian disampaikan oleh Stuart Weston, Direktur USAID PRIORITAS, sebagaimana disampaikan oleh Erna Irnawati, koordinator USAID PRIORITAS Jawa Barat, pada pelatihan untuk pelatih (TOT) tingkat Jawa Barat di Hotel Swiss-Bel, Cirebon (21/3).

Pelatihan diselenggarakan oleh badan pembangunan internasional USAID dalam rangka implementasi program PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunity for Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students). Pelatihan yang merupakan kerjasama USAID PRIORITAS dan Dinas Pendidikan Jawa Barat ini berlangsung selama empat hari (21-24/3) dan diikuti oleh lima puluh orang fasilitator daerah (fasda) untuk pembelajaran jenjang SMP/MTs dari enamdaerah kab/kota mitra USAID PRIORITAS di Jawa Barat.

Erna Irnawati menyebut pelatihan paket tiga berfokus pada literasi, yakni kemampuan membaca dan menulis yang pada akhirnya akan menghasilkan karyasiswa orisinal. Guru didorong untuk lebih kreatif sehingga strategi pembelajaran lebih bervariasi untuk memberi kesempatan siswa membaca dalam proses pembelajaran dan lebih intensif memeriksa pemahaman murid dalam membaca.

“Siswakemudian didorong untuk mampu menulis dengan pikiran sendiri dan melahirkan karya tulis yang panjang, teliti, dan menarik,” ujar Erna.

Selama empat hari, menurut Erna, peserta berlatih melakukan penilaian autentik, mengembangkan matematika dalam kehidupan, mendorong keterampilan informasi (Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS), mengembangkan membaca ekstensif (Bahasa Inggris), dan portofolio. Pada hari ketiga, Rabu (23/3), seluruh peserta melakukan praktik mengajar di SMPN 1 Plered dan MTsN 2 Cirebon untuk mencoba strategi pembelajaran yang mendorong keterampilan literasi.

Ai Meryani, guru di SMPN 2 Singaparna, Tasikmalaya, sebut tingkat literasi siswa sangat bergantung pada kualitas proses pembelajaran yang kuncinya dimainkan dirinya sebagai guru. “Dari pelatihan ini, saya mendapat banyak strategi mendorong siswa mencari informasi dan menulis dengan mengembangkan ide berdasarkan hasil bacaan,” ujarnya di sela-sela praktik mengajar.

Yeti Heryati, staf USAID PRIORITAS ahli pembelajaran jenjang SMP/MTs,memandang penting fokus pelatihan pada literasi. Sejauh ini para guru masih kurang mampu memantik kreativitas dan menggali potensi siswa. “Pelatihan ini menjadi masukan penting bagi para guru juga dosen untuk mengembangkan program pembelajaran/perkuliahan yang kondusif bagi siswa/mahasiswa mengembangkan keterampilan informasi dan literasi,” tuturnya.[RLS]

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: