» » Tingkatkan Perekonomian Desa, Kemendes Bangun Desa Mandiri Energi


SJO JAKARTA - Membangun Desa Mandiri Energi adalah salah satu program yang telah dijalankan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Sejumlah desa yang tadinya gelap gulita, sedikit demi sedikit mulai terang.

Misalnya Desa Danau Pandan, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah yang telah memiliki dua unit PLTS berkapasitas 10 KVA. Sedikitnya 60 KK bisa diterangi listrik dari dua PLTS yang diberikan Kemendesa PDTT itu. PLTS juga dibangun di Desa Sijago-jago, Kecamatan Badiri, juga di Tapanuli Tengah.

“Keberadaan energi ini sangat vital bagi desa dan menjadi prasyarat untuk maju. Kalau ada listrik, masyarakat bisa mengembangkan usaha keluarga (home industry) sehingga bisa meningkatkan penghasilan keluarga. Ini contoh,” ungkap Direktur Jenderal Pembanguan dan Pemberdayaan Masyrakat Desa (Dirjend PPMD), Ahmad Erani Yustika, di Jakarta, Jum'at (19/2/2016).

Erani juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah gudangnya potensi energi baru terbarukan. Banyak data yang menyatakan bahwa potensi energi terbarukan di Indonesia mencapai 300.000 mega watt, namun hingga kini baru 3 persen yang termanfaatkan. Potensi energi itu tentu sangat dekat dengan desa-desa, baik berupa energi panas bumi, tenaga surya, hydro, maupun bahan bakar nabati.

“Di desa banyak sungai, jadi cocok bangun energi mikro hydro. Banyak pantai untuk bangun energi ombak, energi tenaga surya juga, dan banyak lagi,” jelasnya. Ke depan, sumber energi terbarukan memang tidak lagi disebuat sekedar alternatif, namun bisa menjadi andalan,” imbuhnya.

Kemendesa PDTT tentunya siap meningkatkan kerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun pembangkit listrik untuk pedesaan. Apalagi pemerintah Jokowi-JK telah komitmen memberikan Dana Desa yang difokuskan untuk infrastruktur. Dana Desa ini tentunya dapat membantu pembangunan infrastruktur pembangkit listrik bagi desa yang membutuhkan pembangkit.

“Kami memiliki program pembangunan untuk Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) bekerja sama dengan Kementerian ESDM untuk listrik dan energy,” terangnya.

Anggota Masyarakat Pegiat Energi Biomassa Hutan Indonesia, Jaya Wahono, dalam sebuah artikelnya mengatakan bahwa desa-desa memang harus mengembangkan energi baru terbarukan. Sebab jika hanya mengandalkan energi fosil, maka prosesnya akan rumit lantaran membutuhkan pembangunan infrastruktur terlebih dulu.

Dia menyontohkan, desa-desa yang berada di kawasan hutan mulai mengembangkan energi yang memanfaatkan potensi hutan. “Ini sangat cocok, karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik, 25-30 persen penduduk Indonesia tinggal di dekat hutan yang tersebar di 12-15 ribu desa di seluruh Indonesia,” ucapnya.(Ris/Don)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: