» » » Perilaku Profesional Guru Belum Berlaku Umum


SJO CIAMIS – Badan Pembangunan Internasional Amerika (USAID), melalui program PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunity for Reac  hing Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students), membantu pemerintah Kabupaten Ciamis menyusun strategi pengembangan keprofesian berkelanjutan guru (PKB) melalui lokakarya perencanaan strategis di Wisma PGRI Ciamis, Kamis (24/2). Lokakarya diikuti oleh segenap pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Ciamis, meliputi dinas pendidikan, Kemenag, Bappeda, Dewan Pendidikan, PGRI, UPTD, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan.

Erna Irnawati, koordinator USAID PRIORITAS Jawa Barat, menilai para guru di Ciamis menunjukkan perilaku positif yang menjadi potensi penting pengembangan keprofesian secara berkelanjutan. Erna melihat, sudah ada kecenderungan guru untuk memanfaatkan dana tunjangan sertifikasi untuk mengembangkan kapasitas dan profesionalitas dirinya sebagai guru profesional. “Tapi, perilaku profesional seperti ini masih terbatas pada sebagian kecil guru di Ciamis, sehingga perlu ada upaya untuk menularkan perilaku yang baik ini ke semua guru yang sudah tersertifikasi di Ciamis,” katanya. Dalam kerangka itulah, lanjut Erna, USAID PRIORITAS mendorong inisiatif daerah untuk menyediakan serangkaian program pelatihan guru sehingga para guru memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan keprofesian dirinya. “Karena sasaran-bidik PKB itu guru, setiap program pelatihan guru dalam kerangka PKB haruslah berangkat dari kebutuhan guru itu sendiri dan direncanakan secara kolaboratif dengan berbagai pihak terkait,” pungkasnya.

Wawa …., Kepala Seksi Kelembagaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, mengapresiasi Kemenag dua belas daerah kab/kota di Jawa Barat yang selama ini telah berkolaborasi dengan USAID PRIORITAS dalam program pengembangan madrasah secara menyeluruh, meliputi pembelajaran, manajemen, dan peran serta masyarakat. Wawa kemudian mendorong Kemenag daerah kab/kota lainnya untuk bersinergi dengan USAID PRIORITAS dalam kerangka pengembangan keprofesian guru madrasah secara berkelanjutan. Wawa mengatakan, seiring dengan kerjasama USAID dan Kemenag pusat, pihaknya berkomitmen untuk menjaga sustainabilitas program USAID PRIORITAS ke depan, demi keberlanjutan pengembangan keprofesian guru madrasah.

Toto Marwoto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ciamis, berkomitmen, saat berakhir USAID PRIORITAS tahun 2017, esensi program USAID harus tetap berjalan di Ciamis. Sustainabilitas ini bermakna strategis bagi peningkatan kompetensi guru sebagai inti PKB. Tahap-tahap pelatihan guru model USAID yang teratur dan jelas diyakini Toto mampu mendorong guru menjadi mandiri penuh inisiatif, berintegritas, inovatif, dan menyala spirit profesionalisme keguruannya. Sebagian kecil guru sudah sangat profesional, mampu mengeksplorasi potensi siswa dengan diskusi, kerja kelompok, percobaan ilmiah, menulis dan pembelajaran lainnya. Agar kualitas guru merata, kata Toto, pihaknya merencanakan TOT (training of trainers) untuk melatih lebih banyak fasilitator daerah (fasda) untuk 13 mata pelajaran di SMP/MTs dan 26 UPTD bagi SD/MI, sebagai tambahan atas 38 orang fasda yang selama ini sudah ada di Ciamis.

Dengan memberdayakan fasda lokal, diseminasi PRIORITAS bisa dilakukan dengan pendekatan gugus, sehingga bersifat gugus-tuntas dalam arti semua sekolah dilatih dan semua guru dilatih.  Toto juga mendorong, di setiap UPTD ada satu SD Pembina, dengan dukungan anggaran pemerintah yang sudah disiapkan. “Sekolah Pembina ini menjadi sekolah model/sekolah acuan yang menerapkan PRIORITAS secara menyeluruh.

Pihak pemerintah daerah Ciamis menganggarkan dana APBD hanya 3 Milyar pada tahun 2016 untuk pengembangan profesi guru. Untuk itu, Toto mendorong penggalangan dana mandiri guru, yakni 2,5% infak dari tunjangan sertifikasi. “Dengan 2,5% infak guru, bisa terhimpun 9,3 Milyar per tahun, dana yang cukup besar untuk PKB,” ujarnya. Dana mandiri tersebut dikelola oleh guru sendiri untuk diseminasi PRIORITAS, dengan fasda menjadi tanggungan USAID hingga tahun 2017. Toto mengaku, sudah ada penjajagan dengan sekda dan wakil bupati mengenai rencana pengajuan Perda untuk guru menyisihkan 2,5% dana sertifikasi. “Pada intinya, tunjangan profesi harus berkorelasi positif dengan kinerja dan profesionalitas guru,” ucap Toto mengakhiri paparannya.

Ahmad Sanukri, Kepala Kantor Kemenag Ciamis, mengklaim telah melakukan diseminasi program USAID PRIORITAS ke madrasah non binaan USAID di Ciamis. Pihaknya merasa berkepentingan untuk mendiseminasikan program USAID karena ingin profesionalitas guru madrasah mengalami peningkatan sebagaimana guru-guru madrasah mitra USAID di dua KKM (kelompok kerja madrasah), yakni Sindangkasih dan banjarsari. Sanukri berkomitmen untuk mempertahankan substansi program PRIORITAS selepas tahun 2017 sebagai upaya terus-menerus pengembangan keprofesian guru madrasah.

Muttaqien, dosen UIN Bandung, sebut PKB merupakan bentuk layanan pemangku kebijakan terhadap kepentingan profesional guru. “Dengan PKB, pemangku kebijakan melayani guru dengan baik dan guru melayani siswa dengan baik pula,” ujarnya. (ASB)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: