» » » Pemkab Diharapkan Bantu Tuntaskan Konflik Lahan Tanah SMP Bhakti Pemuda


SJO KAB.BANDUNG - Sekolah Menengah Pertama  (SMP) Swasta Bhakti Pemuda yang berlokasi di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten bandung, saat ini membutuhkan perhatian pemerintah.

Pasalnya pada tahun 2011 lahan tanah sekolah seluas kurang lebih 1500 meter persegi digugat pihak yang mengaku sebagai pihak pembeli.

Hal itu diungkap H. Dudung ketua yayasan Bhakti Pemuda, melalui melalui Japar Komite sekolah tersebut.

Kami sempat kaget, Kata Japar, karena bangunan sekolah yang berdiri sejak 1965 pada tahun 2011 digugat oleh pihak yang mengaku telah membeli tanah tersebut,

" anehnya ketua yayasan sekolah sempat dituding sebagai tersangka akibat dugaan telah menyerobot tanah yang di klaim milik mereka (pembeli tanah), kan sekolah adanya sejak 1965 kenapa mereka yang baru beli tanah pada 1980 menuding pengelola sekolah, harusnya pendiri sekolah terdahulu dong yang digugat"tutur japar mendamingi ketua yayasan, (21/02/2016)

Saat ini, Lanjut Dia, siswa yang bersekolah ke SMP Bhakti Pemuda menurun sampai 80 Persen untuk jumlah pelajar saat ini saja hanya ada sekitar 70 orang siswa.

Ditambahkannya, hal itu terjadi diduga akibat konflik sengketa lahan sekolah yang berbuah menjadi isu pada masyarakat bahwa sekolah tidak lama lagi akan di gusur.

Ia berharap masalah ini dapat di selesaikan dengan bantuan pemerintah,

sebab, terakhir kalinya ada surat edaran dari DPRD kab. Bandung pada tahun 2013 untuk mendorong pemerintah terkait agar dapat membantu menyelesaikan masalah ini,

Tapi sampai sekarang belum ada keputusan dan status sekolah menggantung tanpa ada nya keputusan menang atau kalahnya menempati lahan tersebut.

"Kami sangat berharap hal ini dapat segera di selesaikan, paling tidak diberikan lahan baru untuk mengelola kembali sekolah sesuai fungsinya. Karena dengan situasi saat ini yang tidak berkesudahan, dapat mengancam warga desa warnasari putus sekolah"Tandas mereka.(Chandra)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: