» » » » Obati Sang Kakak, Tarsini Rela Jual Kambing


SJO MAJALENGKA - Warga Kabupaten Majalengka menderita penyakit kelainan bentuk tubuh yang terjadi di lengan bagian kiri hingga kebagian ketiak dengan tumbuh daging yang menjuntai kurang lebih 40 cm.

Dia adalah Casnawi (41 tahun) anak pertama pasangan Narwin (60) dan Itris (60) warga Blok Senin RT 2 RW 4 Desa Tegalaren Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka.

Hingga saat ini dirinya mengaku belum pernah berobat ke dokter. Bahkan keluarganya sendiri belum pernah mengajaknya berobat untuk mengetahui penyakit apa dideritanya. Alasan yang paling mendasar karena tidak memiliki biaya.

Menurut Casnawi, penyakit daging yang tumbuh dibagian samping lenganya mulai dirasakan sejak SD. Awalnya ia hanya menderita penyakit gatal-gatal atau orang kampung menyebutnya penyakit budug.

Seiring berjalannya waktu, penyakit itu semakin membesar hingga membentuk benjolan di bagian lengan dan payudaranya. Selain membesar dirinya mengaku kesakitan dan tubuhnya lemas, mual serta terkadang meriang.

"Setelah bertahun-tahun benjolan itu seperti daging yang tumbuh memanjang ke bawah dan melebar hingga beberapa centemeter,"tuturnya.

Meski begitu pihak keluarga tidak berupaya mengobatinya penyakit anaknya karena tidak memiliki uang. Karena pekerjaan orang tuanya hanya menggembala kambing milik orang lain dengan sistem bagi hasil.

"Terkadang saya menjadi buruh cangkul dengan upah Rp 50 ribu perhari, jika memasuki musim menanam padi,"tuturnya.

Sementara itu adik Casnawi, Tarsini menuturkan jika saat ini kakanya sudah hampir satu bulan menganggur karena penyakit yang dideritanya semakin membesar.Sehingga yang bekerja mencari makan adalah orang tuanya dan adik bungsunya.

"Kalau bapak menggembala domba, adik saya yang yang mencangkul. Sekarang domba hasil usaha (nengahkeun-sunda reh)kini tinggal satu karena terus dijual memenuhi kebutuhan biaya hidup sehari-hari. Sebab tidak setiap hari ada pekerjaan mencangkul sehingga banyak nganggur," ungkap Tarsini.

Sejak dulu dirinya mengaku berulangkali mendatangi pemerintah desa dan kecamatan dan Puskesmas agar keluarganya mendapatkan Jamkesmas, dengan harapan kakanya bisa berobat secara gratis, namun tidak terwujud.

"Alhamdulillah kemarin kami daftar BPJS sekarang sudah selesai. Dalam waktu dekat kakak saya akan berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung dengan menjual kambing yang kami miliki, yang terpenting kakak saya sembuh,"tuturnya.

Kaur Kesra Desa Tegalaren Asep Soandi membenarkan Casnawi yang penah menjadi teman sekolahnya menderita kelainan di tubuhnya sejak kecil.

"Saya baru beberapa bulan menjadi aparat desa sehingga tidak mengetahui persis kondisi Casnawi. Karena dulu hanya benjolan di bebrapa bagian tubuhnya. Mudah-mudahan sekarang bisa diobati di Rumah Sakit Bandung, karena pihak keluarga sudah memiliki BPJS yang diperolehnya beberapa hari yang lalu," tuturnya.(Aris/Don)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: