» » » Hadapi MEA, Jabar Masih Punya Banyak ‘Pekerjaan Rumah’


SJO TASIKMALAYA - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Jabar tidak khawatir, terutama jika kita sudah mempunyai kesiapan baik dari pelaku usaha dan peningkatan kualitas produk dibarengi kreativitas.

Netty menyoroti masih ada beberapa hal yang menjadi ‘pekerjaan rumah’ para pelaku usaha di Jabar seperti  lemahnya  daya saing SDM sehingga pekerja Indonesia kalah bersaing oleh pekerja negara ASEAN. “ Lemahnya  infrastruktur yang berdampak pada biaya yang membuat produksi di Indonesia lebih tinggi dari negara ASEAN lain,” ujarnya.

Lemahnya kemudahan usaha, menurut Netty, dan lemahnya perlindungan HAKI sehingga Produk Indonesia mudah ditiru di luar tanpa royalti, juga menjadi masalah yang krusial.

“Perlindungan konsumen dan produk tidak sesuai standar nasional Indonesia (krusial seperti halal/haram), juga menjadi ‘PR’ berikutnya,” katanya pada Seminar di acara Pelantikan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan industri Indonesia (Kadin) Kota Tasikmalaya periode 2016 - 2020 dengan Tema "MEA Peluang untuk Industri Kreatif Tasikmalaya" di Hotel Santika Indonesia, Rabu (10/2/16).

"Saya juga sekaligus sebagai Ketua TP PKK dan P2TP2A Provinsi Jawa Barat mengkhawatirkan dampak sosial dan budaya selain dampak ekonomi dengan adanya MEA ini, karena dengan banyaknya permasalahan sosial dan adanya proses akulturasi di masyarakat seperti LGBT dan akan meningkatnya kembali human trafficking," paparnya.

Ketua Kamar Dagang dan industri Indonesia (Kadin) Jawa Barat, Agung S. Sutisno menuturkan berharap digantikannya kepengurusan yang baru ini akan membuat Kadin lebih eksis di kota Tasikmalaya akan lebih meningkat. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dalam meningkatkan dan mengembangkan produk unggul lokal bagi para pengrajin.

"Untuk melakukan pelatihan dalam meningkatkan kualitas dari produk dan menciptakan kreativitas pengrajin untuk terus berkarya bernilai jual sehingga dapat menghasilkan pelaku usaha 300 pelaku usaha baru yang lebih berkualitas," tambahnya.

Oleh karena itu, Netty berharap dengan kepengurusan yang telah dilantik ini harus mampu meningkatkan sumber daya manusia dengan melakukan pelatihan-pelatihan. Sehingga Hard Skill, Kemampuan Bahasa Asing, Interpersonal Skill, Attitude dan Pendidikan yang memadai menjadi modal besar bagi kita menghadapi bangsa asing. Serta bentuk kesadaran di masyarakat untuk mencintai menggunakan produk lokal Jawa Barat di dalam rumah dan apa yang dikenakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Juga memberi edukasi dan pengetahuan kepada masyarakat atas dampak positif dan negatif dengan adanya MEA ini sehingga dapat terhindar dari permasalahan sosial dari keluarga," pungkasnya.

Acara dihadiri oleh Ketua Kamar Dagang dan industri Indonesia (Kadin) Jawa Barat Agung S. Sutisno, Ketua Kamar Dagang dan industri Indonesia (Kadin) Kota Tasikmalaya Deni Yunizar (terpilih periode 2016 - 2020), Ketua Kadin Demisioner Wahyu Trirahmadi, FKPD Kota Tasikmalaya dan LP3E Kadin Indonesia Prof Ina Primiana.(Ris/Adr)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: