» » » GURU KREATIF TINGKATKAN PRESTASI SISWA


SJO KUNINGAN – Selama ini, kebanyakan proses belajar mengajar di kelas monoton, satu arah. Karena guru bertindak sebagai pelaku utama di kelas. Sehingga siswa menjadi bosan dalam belajar. Hal ini menjadi perhatian serius semua kalangan dalam memperbaiki mutu kualitas yang baik dalam pembelajaran di dalam kelas.

Gayung pun bersambut, salah satunya adalah pelatihan replikasi model pembelajaran Modul 1 PAKEM bagi guru-guru yang ada di Kab. Kuningan melalui program USAID PRIORITAS yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan.

‘’sekolah kami serius ingin meningkatkan mutu pembelajaran di gugus 2 Kec. Ciniru, walaupun sekolah kami di atas bukit, tetapi guru-guru disini patut diacungi jempol atas semangat untuk meningkatkan mutu pembelajaran, harapan kami guru aktif setelah pelatihan ini dapat meningkatkan prestasi siswa’’, jelas Toni Suroso, S.Pd. MM, kepsek SDN 1 Ciijemit, ketika ditemui disela – sela pelatihan PAKEM, Selasa (09/02/2016).

Bukan hanya  guru, namun kepala sekolah yang ada di gugus ini juga ikut serta dalam pelatihan yang diselenggarakan selama tiga hari ini, “betul, kami berharap kepala sekolah mengetahui secara langsung seperti apa pembelajaran pakem, sehingga bisa kita rencanakan untuk pemenuhan media dan alat pembelajaran di dalam kelas” jelas Toni.

Ditambahkannya, selain mendapatkan pengalaman baru dalam proses pembelajaran PAKEM, Toni juga berharap peserta pelatihan untuk terus menerapkan model pakem setelah pelatihan modul 1 ini.

Di tempat yang sama, Sanudi, S,Pd Pengawas SD Kec. Ciniru “Tentunya kami senang dengan pelatihan ini, karena baru pertama kali mengikuti model pelatihan yang begitu aktif, kami akan segera menerapkan hasil pelatihan ini untuk ditularkan ke semua gugus yang ada di kec. Ciniru”, ungkap Sunardi di sela membuka acara.

Pelatihan PAKEM modul 1 ini melibatkan 47 orang peserta dari 5 sekolah dasar yang ada di gugus 2 Kec. Ciniru ini. Jumhana, S.Pd ketua panitia menambahkan bahwa selain guru, juga ada pengawas yang hadir sebagai peserta.

Ditambahkan Jumhana, setelah pelatihan akan ada pendampingan untuk mengevaluasi pelatihan, “kami dari gugus akan membentuk pemandu atau fasilitator pakem ini agar manfaat pelatihan langsung dipraktikkan di sekolah masing-masing” ujar Nana, panggilan akrab Jumhana.(ASB)







«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: