» » Desa adalah Akar, Kalimat Menyentuh pada Launching Buku Kebangkitan Desa


SJO JAKARTA – Jika negara diibaratkan pohon tinggi menjulang, maka desa adalah akarnya. Hal ini dilantunkan Galih, seniman Indonesia saat memeriahkan launching buku Kebangkitan Desa, oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT).

“Desa adalah akarnya, bagaimana menumbuhkan pohon dan bunga yang tinggi tanpa akar. Bahkan permata terpendam sangat dalam di lapisan terdalam sana,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Galih melantunkan kisah Sumantri, seorang laki-laki yang menganggap kota adalah satu-satunya tujuan hidup. Ia akhirnya terjebak dalam riuh dan bisingnya kehidupan kota. Sumantri pun merindukan kampung yang penuh dengan kesederhanaan dan kebersamaan.

“Kota adalah bunga-bunga dan butiran buah di pohon yang besar. Tanpa kegigihan akar yang menerobos cadas dan tanah dengan kuat, bunga-bunga dan buah ini tak akan pernah terlahir,” ujarnya.

Senada dengan kisah yang dilantunkan tersebut, Buku Kebangkitan Desa hadir untuk mengangkat desa pada posisi tertinggi. Buku tersebut, adalah terjemahan yang mengupas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengatakan, Kebangkitan Desa adalah gagasan baru untuk membangun Indonesia dari desa.

“Ini adalah gagasan, terobosan, dan gerakan baru. Bahwa pemerintah kali ini konsentrasi dan berkomitmen untuk membangun Indonesia dari pinggiran,” ujar Menteri Marwan.

Sebelumnya Menteri Marwan mencontohkan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat ditingkatkan melalui desa. Jika kondisi ekonomi di desa meningkat, maka pertumbuhan ekonomi nasional juga akan mengalami peningkatan.

“Kondisi ekonomi nasional salah satu akarnya juga dari desa. Kalau kondisi perekonomin di desa menurun, otomatis ekonomi nasional juga tidak stabil,” ujarnya.(Ris)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: