» » » Nenek 75 Tahun Prihatin, Tinggal di Rumah Yang Ditopang Bambu dan Nyaris Ambruk


SJO PURWAKARTA - Rumah setengah permanen, dihuni tiga orang di Gang Aswari Rt 02/02 Kelurahan  Cisereuh, Kecamatan Kota Purwakarta, Jawa Barat, nyaris ambruk. "Kondisi rumah kian memprihatinkan. Karena sudah ditopang bambu dan diatapi terpal plastik, klo hujan kerap kebanjiran."
 
Rumah yang dibangun pada tahun 1982 itu, yang dihuni 3 orang yakni Mak Su'udah (75) anaknya Abdul Qodir (49) dan menantunya Yeti (40).
 
Menurut Abdul Qodir (49) anak Mak Su'udah, mengatakan bahwa, kondisi rumahnya reyot ini, sudah berlangsung lama. Bahkan, diakuinya, sudah dua tahun lalu, sudah meminta bantuan renovasi ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat namun tak pernah direalisasi. "Namun, Baru sebulan lalu ada bantuan Rutilahu sebesar 10 juta Rupiah, tapi tak cukup untuk merenovasi rumah ini." Kata Abdul Qodir kepada awak media. Kemis (21/1) Petang.
 
Abdul Qodir menambahkan, rasa khawatir uang 10 Juta Rupiah habis terpakai, sehingga uang tersebut dibelikan material terdiri semen, pasir, batu seplit dan bata merah. "Sambil menanti  adanya tambahan biaya." Jelasnya.
 
Terlihat, tingkat kehancuran, sebut Abdul, rumahnya tak layak untuk direnovasi melainkan sudah pantas dibangun total. Harapnya.
 
Sambung Yayan Soleh Ketua RT 02, membenarkan ada rumah warganya yang nyaris ambruk. Namun, Yayan, telah ikhtiar membangun kembali rumah Abdul Qodir dengan menggerakkan warganya untuk bergotong royong memperbaiki rumah Abdul.

"Saya telah menggerakkan seluruh potensi yang ada dimasyarakat. Selain rereongan (Patungan) materil, warga memiliki kemampuan dibidang pertukangan dikerahkan menjadi kuli bangunan." Ungkap Ketua RT, kepada seputarjabar.com, Kamis (21/1) Petang.

Yayan menjelaskan Untuk merenovasi rumah Abdul Qodir diperkirakan kurang lebih 20 Juta Rupiah. "Kuli bangunan telah mengkalkulasikan anggaran kebutuhan untuk merenovasi rumah Abdul." pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: