» » » Jessica Tersangka Terjawabkah Misteri Sianida ???


Oleh : Peter S Simo Wibowo SH

Saat ini Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya sekalipun dalam kebingungannya masih terus mencari suatu alat bukti valid untuk menjerat tersangka pelaku penaruh racun sianida dalam kopi yang diseruput dan menewaskan Wayan Mirna Salihin. Dengan ditetapkannya Jessica Kumala Wongso tadi malam oleh penyidik dalam kasus ini sebagai tersangka, maka seakan memecahkan kegandrungan juga opini dimata masyarakat yang sebelumnya telah menjadi liar tergiring kesana kemari, kini babak baru seakan mengarah ke titik terang.

Adapun Polda Metro sebelumnya melakukan ekspose perkara kepada Kejaksaan Tinggi dan dianggap bukti - bukti dinilai masih belum memadai sehingga kategori perkara tersebut secara konstruksi hukum masih dinilai sangat lemah untuk menetapkan Jessica menjadi tersangka, yang mana padahal Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan / SPDP sudah dikirimkan ke Kejaksaan tetapi pada saat itu belum ada tersangkanya, disini Dirkrimum Kombes Krishna Murti terkesan sangat - sangat berhati hati dalam menentukan langkah penetapan tersangka Jessica yang masih diduga penaruh racun dalam kopi Wayan Mirna, setelah hampir satu bulan baru tim penyidik berani bergerak dengan mengamankan Jessica di Hotel Neo kamar 822 yang diketahui menginap disana bersama kedua orang tuanya dengan alasan menghindari awak media yang terus menerus memantau dan mengawal kasus ini kemanapun mereka pergi.

Polisi sesungguhnya sudah mengantongi nama potensial suspect / calon kuat tersangka Jessica, hanya saja alat bukti yang secara terang benderang mengarah ke Jessica lah yang belum dimiliki oleh pihak kepolisian, memang kasus ini menjadi tantangan bagi penyidik - penyidik senior di Polda Metro Jaya, yang jelas mereka pasti tidak mau sampai perkara ini menemui " jalan buntu " atau " jalan ditempat " seperti halnya kasus pembunuhan Akseyna mahasiswa UI yang hingga kini belum kunjung juga ditemukan siapa pelakunya, dan tentunya kasus tersebut masih menjadi hutang besar bagi Dirkrimum Polda Metro Jaya. Maka diduga penyidik saat ini memiliki keyakinan yang kuat dengan bukti permulaan yang dianggap sudah cukup untuk menetapkan Jessica menjadi tersangkanya.

Apabila polisi melangkah berdasarkan alat alat bukti yang hanya masih mengandalkan saksi - saksi ahli tentu hal ini sangat subyektif dan sangat rentan nilai pembuktiannya nanti dipersidangan, apalagi resiko praperadilan yang bakal dihadapi dan konon juga ditambah ancaman yang kurang " nyaman " bahwa penyidik akan dilaporkan ke Divisi Propam Mabes Polri yang dilontarkan oleh sdr. Yudi Wibowo kuasa hukum Jessica yang selama ini memang telah digadang - gadang oleh masyarakat dan media bahwa Jessica merupakan calon kuat tersangka, apabila penyidik tanpa dasar satu alat bukti yang valid ( rekaman cctv di Olivier Cafe ) atau alat bukti apapun yang sifatnya  dapat membuktikan  perbuatan  Jessica atau " gerakan otot " yang jelas - jelas terlihat memang dengan maksud sengaja memasukan Kalium Sianida kedalam gelas Vietnamese kopi Wayan Mirna, disinilah kendala yang sesungguhnya bisa dikatakan penyidik sangat dibuat gemas padahal kecurigaan sudah begitu besar dan kuat dari keterangan beberapa saksi dan saksi ahli, namun demikian penyidik saat ini disinyalir telah menemukan sebuah alat bukti baru ataupun keterangan tambahan yang meyakinkan penyidik bergerak dengan mantap untuk menangkap Jessica yang sebelumnya memang diketahui dicekal oleh pihak imigrasi satu hari sebelum ditangkap.

Dalam kasus ini Penyidik sebetulnya terkendala dengan suatu alat bukti rekaman cctv yang bisa dibilang tidak bisa diandalkan pembuktiannya, sehingga biasanya penyidik akan mencari motif, karena setiap kasus pembunuhan / menghilangkan nyawa orang lain yang secara disengaja pastilah megandung motif didalamnya, yang paling umum adalah motif dendam atau sakit hati serta asmara terlarang, uniknya kasus pembunuhan dengan menggunakan racun sianida yang tergolong jarang ini pastilah akan memaksa penyidik untuk bergerak jauh kebelakang untuk mencari benang merah antara korban dengan si tersangka, karena yang jelas berdasarkan hasil penelitian kasus pembunuhan dengan racun si pelaku sangat kecil probabilitas untuk dikejar pengakuannya, pelaku sudah pasti akan menyangkal, beralibi dan mengelak bahwa dia bukanlah pelakunya, ditambah apalagi bila pelaku adalah seorang psikopat alias mengidap gangguan kejiwaan, sehingga akan bertambah sulit pembuktiannya bagi penyidik tanpa adanya saksi mata yang langsung melihat atau suatu alat elektronik yang merekam peristiwa kejahatan pembunuhan tersebut.

Namun yang jelas perkara pembunuhan ini penulis menilai bahwasanya peristiwa telah diatur dan tertata hampir sempurna oleh si tersangka, mulai dari lokasi tempat pembunuhan, media untuk membunuhnya dalam hal ini racun sianida, dan alibi yang disiapkannya untuk penyidik, bahkan apabila diduga memang benar pelakunya adalah Jessica sungguh memang luar biasa konon Jessica yang begitu  tampil di media sangat tenang dan " cool " dapat lolos dengan mulus pemeriksaan dengan menggunakan lie detector / mesin deteksi kebohongan.

Memang lie detector hanya dijadikan sebagai petunjuk oleh penyidik untuk mengorek keterangan pelaku atau tersangka yang sebenar - benarnya sekalipun demikian lie detector memang masih dapat disiasati oleh orang - orang terlatih seperti agen - agen spionase kelas dunia misalnya. Sekalipun demikian semangat para penyidik Polda Metro untuk mengungkap kasus ini wajib kita apresiasi, sebagaimana semboyan mereka yang baru digagas oleh Kombes Krishna Murti TURN BACK CRIME yang artinya kurang lebih tindak kriminalitas harus dibasmi habis dan yakinilah bahwa " tak ada kejahatan yang benar - benar sempurna " hampir selalu ada celah bagi penyidik untuk menemukan si pelaku kejahatan itu sendiri, dan mudah - mudahan kasus ini segera dapat selesai dan penyidik tidak salah menetapkan tersangkanya agar proses hukum dapat berjalan sesuai dengan pasal yang disangkakannya yakni pembunuhan 338 jo. 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang mana ancaman hukuman seberat - beratnya adalah diganjar dengan hukuman mati. Sehingga Almarhumah Wayan Mirna Salihin dan keluarga yang ditinggalkannya mendapatkan keadilan yang setimpal.

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: