» » » Jembatan Gantung Bambu Ancam Keselamatan Warga


SJO PURWAKARTA. Ketidaklayakan akses Jembatan gantung bambu, yang menyeberangi aliran sungai Citarum, menuju 2 Perkampungan di Desa Gandasoli Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta, sejak 7 tahun terakhir, kondisinya sangat mengancam keselamatan warga, baik yang menggunakan kendaraan bermotor maupun jalan kaki. "Anyaman bambu jembatan gantung, sebagian besar telah rusak dan keropos. Bahkan sejumlah warga tidak berani dan timbul rasa takut, melintasi jembatan tersebut."

Menurut, Taryo (52), Salah satu warga Parung Ceuri, mengatakan, bahwa, aktivitas warga yang melintasi jembatan gantung bambu sepanjang 120 Meter ini, dengan lebar jembatan sekitar 1,5 Meter. Jembatan tersebut merupakan akses jalan penghubung menuju 2 perkampungan yakni Kampung Parung Ceuri yang dihuni 44 KK (Kepala Keluarga) dan Kampung Mekarsari yang dihuni 22 KK, Desa Gandasoli Kecamatan Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Jelasnya. Selasa (26/1).

Sambung Ika (38), Warga yang melintasi jembatan gantung bambu, mengatakan, bahwa rasa ketakutan begitu menghantui, ketika melintasi jembatan gantung tersebut, karena, kondisinya sudah rusak dan berlubang juga bergoyang cepat saat dilewati. "Untungnya ada warga yang selalu jaga di jembatan gantung tersebut. Maka kaum Ibu dan Anak anak, dapat melintasinya dengan tenang, karena dibantu sama yang jaga jembatan gantung." Ungkapnya.

Warga mengakui, hingga saat ini, belum ada bantuan untuk pembuatan jembatan yang layak dari Pemerintah Daerah. "Karena jembatan gantung bambu yang dijadikan akses jalan penyebrangan menuju 2 Kampung, merupakan hasil dari swadaya masayarakat." Pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: