» » » » FPI Gelar Parade Tauhid Tolak Kemusyrikan


SJO PURWAKARTA - Ribuan umat Islam menggelar Parade Tauhid, di Kabupaten Purwakarta. Dalam kegiatan parade tauhid ini, dengan tema Purwakarta Bertauhid Tanpa Maksiat dan Syirik, yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Manhajus Sholihin, KH Muhamad Syahid Djoban. Minggu (17/1).

Ribuan orang massa parade tauhid yang berdatang dari berbagai pelosok, kota di Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Parade Tauhid ini, dimulai aksinya dengan berjalan long march dari Halaman Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Purwakarta Jalan Veteran, menyusuri Jalan Sudirman dan berakhir dipertigaan Pasar Rebo Jl Kapten Halim. "Aksi massa parade dikawal ketat ratusan aparat kepolisian."

Disepanjang jalan yang dilewati massa parade mengumandangkan gema takbir dan sholawat. Mereka pun mengusung beragam spanduk berisi seruan moral kepada penguasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta. "Adat Sunda sesuai Syariat Islam", "Kemusyrikan bukan Adat Sunda", " Pemberi Keselamatan itu Allah SWT bukan Prabu Siliwangi" dan "Purwakarta Kota Santri bukan Kota Patung", yang menghiasi isi spanduk jamaah peserta Parade Tauhid.

Menurut, KH Muhamad Syahid Joban Ketua Manhajus Sholihin, mengatakan dalam orasinya, ingin mengembalikan Purwakarta sebagai Kota Tauhid.

"Syahid berjanji akan secara menggelar Parade Tauhid, 3 kali dalam setiap tahunnya. Aksi ini, dilaksanakan tak lain mengingatkan apa yang dilakukan Bupati Purwakarta telah menyimpang. Juga untuk membangunkan kesadaran warga bahwa kondisi Purwakarta sudah tak bisa dibiarkan." Jelas, Syahid.

Pada kegiatan Parade Tauhid itu juga dibacakan 5 point pernyataan sikap Umat Islam Purwakarta, yakni, mengembalikan Purwakarta menjadi Kota Santri, hentikan intimidasi dan adu domba antar warga sesama umat Islam, hentikan ritual mistik dan bongkar patung. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: