» » Eks Sekda Gafatar Jabar: Jawa Barat sempat memiliki 27 DPK Kab/ Kota


SJO BANDUNG - Keberadaan organisasi gafatar belakangan ini lebih sering muncul dan terdengar di berbagai pemberitaan media dan menjadi issu nasional. Organisasi yang berdiri sejak tahun 2011 lalu menyebar hampir diseluruh nusantara, tak terkecuali keberadaannya pun hadir di Jawa Barat dan mendeklarasikan 18 april 2012 di Sabuga-Bandung, "dalam deklarasi dihadiri Gubernur dan Kapolda ", ucap jeffry mantan Sekda Gafatar Jabar. Menurut Jeffry Organisasi ini di Jawa Barat sempat memiliki 27 DPK yang tersebar di Kab/Kota sekitar Jabar, lalu akhirnya membubarkan diri terhitung sejak bulan Agustus tahun lalu.

Menurut Jeffry, Di Jawa Barat sendiri Organisasi ini telah memiliki anggota lebih dari dua ribu anggota, "organisasi Kami terbuka bagi siapa saja, kalangan, dan agama apapun, dengan menjunjung tinggi nilai nilai dasar Pancasila salah satunya mengangkat jiwa bergotong royong melalui kegiatan bakti sosial ", terang jeffry dalam diskusi Dinamika Gafatar, Jumat (29/01), Bandung.

Perbincangan Dinamika keberadaan Gafatar tersebut dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Jabar Bpk Agus Hanafi , Kabidhumas Polda Jabar Kompol Sulistyo Pudjo Hartono, Ketua MUI Jabar Prof. DR. H. Rahmat Syafe'i, mantan Sekda Gafatar Jeffry, serta Ari Ganjar Sosiolog Fisip Unpad.

Menurut Kakesbangpol Agus Hanafi, " sebelumnya Organisasi gafatar di Jawa Barat keberadaannya sudah terverifikasi di Bakesbangpol Jabar, namun karena kejadian yang terjadi di Kalimantan, juga laporan kehilangan beberapa keluarga yang disinyalir berhubungan dengan gafatar, hingga akhirnya membuat Pemerintah Pusat mencabut verifikasi organisasi tersebut maka secara otomatis verifikasi yang dikeluarkan Bakesbangpol Jabar digugurkan," jelasnya.

Mengingat akan luas dan banyaknya wilayah yang dicakup  eks Organisasi Gafatar di Jawa Barat, Kabid Humas Polda Jabar Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan, "sejauh ini kami dari pihak kepolisian Polda Jabar mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian jika ada keluarga yang merasa kehilangan sanak saudaranya, dan akan menindak jika terjadi pelanggaran hukum," ucapnya.

"Terkait organisasi ini merupakan aliran sesat atau organisasi yang melanggar dilarang negara, itu diluar wewenang kami," tegasnya(Cuy/Don)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: