» » » Disdikpora Dikepung Puluhan Wartawan Karawang

Pejabat Disdikpora Ancam Wartawan

SJO KARAWANG - Berbuntut dari aksi pengancaman yang dilontarkan oleh pejabat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang terhadap wartawan Harian lokal Karawang, puluhan wartawan dari berbagai media cetak, online, majalah dan media ekektronik, Jumat (22/1) siang mengepung kantor Disdikpora Karawang. Bahkan, Heri wartawan yang mendapat ancaman dari Kasubag Kepegawaian Disdikpora Karawang bernama AD. Wibawa, akan melapor ke Polres Karawang.

Awalnya AD. Wibawa yang merasa geram dengan pemberitaan yang ditulis oleh Heri wartawan lokal karawang terkait periodesasi kepala sekolah. Namun, bukannya menggunakan hak jawab, AD. Wibawa malah mengancam akan membunuh Heri. Bahkan ancaman yang dilakukan oleh AD. Wibawa disampaikan kepada Dahlan, rekan Heri.

“Sampaikan kepada Heri, dia akan saya bunuh. Kalau saya tidak bisa membunuh, saya bisa menyuruh orang. Saya orang kaya, uang saya banyak. Dia akan bernasib sama dengan adik iparnya yang mati akibat dibunuh,” kata Dahlan, saat menirukan ucapan AD. Wibawa kepadanya.

Seperti yang diketahui, adik ipar Heri menjadi korban pembunuhan oleh enam orang tidak dikenal, beberapa hari lalu saat berada di rumahnya di wilayah Kecamatan Kota Baru. Mendengar adanya ancaman seperti itu dan mengaitkannya dengan kematian adik iparnya lalu Hery pun tak terima.

Ancaman AD. Wibawa bermula saat Dahlan mengunjungi kantornya. Dahlan kemudian menyampaikan ancaman ini kepada Heri. Bahkan saat mengetahui rekan sesame wartawan ada yang mengancam pada akhirnya puluhan wartawan melakukan aksi demonstrasi ke kantor Disdikpora Karawang, menuntut AD. Wibawa mempertanggungjawabkan ucapannya.

“Kepala Disdikpora Karawang harus mundur dari jabatannya karena tidak bisa mengatur bawahannya,” tegas Ochim, wartawan lokal Karawang dalam orasinya. Para wartawan meminta AD. Wibawa dicopot dari jabatannya dan meminta maaf di hadapan wartawan.

“AD. Wibawa mesti dicopot dari jabatannya karena telah menodai proses demokrasi. AD. Wibawa memilih menggunakan cara-cara preman daripada memberikan hak jawab,” sambung Faizol Yuhri yang juga ikut melakukan orasinya.

Bahkan dalam aksinya tersebut, wartawan TV lokal Karawang. Faizol Yuhri meminta insiden pengancaman ini tidak boleh terulang kembali. Makanya, AD. Wibawa harus dihukum seberat-beratnya agar bisa memberikan efek jera terhadap pejabat lainnya.

Kemudian setelah lama menunggu dengan melakukan sejumlah orasi didepan kantor Disdikpora Karawang, AD. Wibawa yang melakukan pengancaman tidak terlihat di kantor Disdikpora. Hingga kemudian puluhan wartawan yang sudah kesal langsung melakukan sweeping ke seluruh ruangan di kantor. Namun, AD. Wibawa tidak ditemukan.

“Kami beri waktu 1x24 jam, kalau AD. Wibawa tidak meminta maaf di hadapan kami semua, kami akan membuat laporan ke Polres Karawang,” tegas Eden Kusnaedi, Pimpinan Redaksi Harian lokal di Karawang.

Sementara itu beberapa lama menunggu akhirnya, Sekretaris Disdikpora Karawang, Asep Supriatna menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terhadap wartawan dan dihadapan seluruh wartawan yang melakukan aksi demo. Ia berjanji akan mengusut tuntas kasus pengancaman ini.

“Pastinya akan saya sampaikan kepada pimpinan. Pejabat yang bersangkutan akan saya panggil untuk mempertanggungjawabkan perkataannya karena telah mengatakan hal yang seperti itu,” ujar Asep Supriatna, dihadapan wartawan.

Di tempat terpisah, Endang Sodikin, anggota DPRD Komisi D yang membawahi bidang pendidikan menyatakan kekecewaannya terhadap AD. Wibawa. “Jika memang tidak senang dengan pemberitaan, lakukan klarifikasi dan gunakan hak jawab. Pejabat jangan anti terhadap wartawan.” Endang juga mengecam tindakan AD. Wibawa.

Hal yang sama juga disampaikan Asep Agustian, atau akrab disapa Asep Kuncir, pengacara Karawang. Ia kaget begitu mengetahui kabar ada wartawan yang mendapatkan ancaman. Ia tidak habis pikir, seorang pejabat yang bekerja di lingkungan pendidikan membuat pernyataan seperti orang yang tidak berpendidikan.

“Saya akan mengawal proses hukum yang akan ditempuh saudara Heri. Saya siap menjadi pengacaranya, dan siap mengawal sampai akhir,” jelas Askun.(ESN)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: