» » Aher Taruh Harapan Pangandaran Jadi Ikon Wisata Terbaik Pada Bupati Terpilih


SJO PANGANDARAN - Mengawali kunjungan kerjanya di awal tahun 2016, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengunjungi Kabupaten Pangandaran yang terletak di Kawasan Selatan, Jawa Barat. Didampingi istri, Netty Prasetiyani Heryawan dan Penjabat Bupati Pangandaran pada Sabtu pagi (2/1), Gubernur Ahmad Heryawan mengunjungi Pantai Barat Pangandaran dan berbaur dengan pengunjung disana.

Selain itu, pada kesempatan ini Aher berkesempatan mengunjungi Balai Penyelamat Wisata (Balawista) Pangandaran. Aher pun memberikan himbauan kepada para pengunjung melalui pengeras suara di ruang layanan informasi.

"Kami menghimbau kepada bpk/ibu untuk selalu menjaga keselamatan. Selamat berlibur," ungkap Aher.

Setelah itu, Aher bersama istri kembali ke area pantai dan mencoba permainan jetski untuk merasakan secara langsung deburan ombak yang saat itu memiliki gelombang ombak cukup besar.

"Urusannya kalau dengan alam ya akrab saja. Kuncinya itu, kalau dengan alam kuncinya akrab saja," tutur Aher usai mencoba jetski.

Aher pun menaruh harapan agar lokasi wisata yang menjadi salah satu ikon di Jawa Barat ini bisa menjadi lebih baik bahkan menjadi destinasi internasional di bawah kepemimpinan Bupati Terpilih pada Pilkada 9 Desember 2015 lalu.

"Kita berharap pada pemerintahan yang baru nanti akan segera ada penataan yang win win solution, penataan yang relatif memuaskan berbagai pihak minimal ada solusi yang memuaskan," ungkap Aher kepada para wartawan.

Untuk itu, Aher pun mengharapkan penataan berbagai sarana dan prasarana yang lebih baik untuk Pangandaran, seperti infrastruktur dan transportasi menuju Pangandaran. Selain itu, ia pun ingin agar pantai ini bisa jadi pantai yang bersih dan memiliki sistem saluran pembuangan yang memadai agar tidak ada polusi udara.

"Nanti saya instruksikan pada pemerintahan yang baru, karena jualan utama Pangandaran ini pariwisata sebelum yang lainnya. Alasan dijadikan daerah otonomi baru karena kan kita berikan perhatiannya pada pengembangan pariwisatanya," jelas Aher.

"Pangandaran sudah sangat diperhatikan, salah satunya anggaran digelontorkan tiap tahun terus-terusan," tutup Aher.

Penjabat Bupati Pangandaran Daud Ahcmad  menjelaskan, 37 ribu kendaraan yang masuk itu hanya pada saat libur panjang natal saja belum pada libur pergantian tahun dan libur panjang saat sekarang.

"37 ribu itu hanya kendaraannya saja belum orangnya, dari tahun ke tahun pokoknya pengunjung itu terus bertambah," katanya.

Dengan banyaknya pengunjung secara otomasi meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kabupaten Pangandaran sendiri, untuk tahun ini PAD wisata Pangandaran mencapai Rp 64 miliar, meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya.

"Peningkatannya PAD juga bukan hanya dari retribusi karis masuk saja, akan tetapi  juga dari parkir dan sumber PAD lain, peningkatnya semua rata-rata hingga 10 persen," ujarnya.

Kendati demikian Daud menjelaskan, tetap perlu ada penataan untuk kawasan wisata di Pangandaran, diantaranya menata keberada PKL (Pedagang Kaki Lima) yang ada pinggir pantai serta lahan parkir dan penunjang lainnya.

"Penataan PKL ini memang sangat sulit, kami pernah mencoba memindahkan akan tetapi mereka kembali lagi dengan alasan tidak laku, padahal kami sudah punya tempat untuk pedagang tersebut," kata dia.

Dengan begitu kata Daud, perlu ada pemikiran lebih lanjut lagi terkait tempat untuk PKL tersebut karena terlalu jauh dari pantai juga mereka tidak mau.

"Untuk hal penataan kami saat ini sedang membuat peraturan daerahnya karena kamarin kami masih menggunakan peraturan kabupaten Ciamis," ujarnya.

Lanjut Daud, dirinya yakin jika pemerintah baru nanti yang menjabat akan memiliki konsep yang sama dengan dirinya untuk menanta kawasan wisata, "Saya ini disini penjabat, nanti bupati definitif  jelas memiliki konsep wisata untuk Pangandaran," katanya.(Ris)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: