» » Tol Cimanggis Cibitung Dikebut, Pemprov Jabar Dorong Pembebasan Lahan

SJO BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong percepatan pembangunan proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung. Saat ini, proyek pemerintah tersebut terhambat soal pembebasan lahan. Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Iwa Karniwa mengatakan proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung merupakan bagian dari proyek Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PU Pera). Karena itu, pihaknya sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat punya tugas untuk membantu mengatasi masalah yang menghambat proyek tersebut.

"Proses Tol Cimanggis-Cibitung ini masih punya banyak masalah terutama di pembebasan lahan," ujarnya, Minggu (13/12/2015).

Hasil dari pemantauannya di lapangan akhir pekan kemarin, menunjukan pembebasan lahan proyek ini terhambat karena pengembang perumahan Raffles Hills tidak mau membebaskan lahannya. Perumahan tersebut berada di 2 wilayah yakni Kota Depok dan Kota Bekasi.

Pihak Panitia Pembuat Komitmen Pengadaan (PPK) tanah tol ini sudah berupaya melakukan langkah persuasi namun PT Gunung Subur Sentosa sebagai pengembang Raffles belum merespon secara positif.

"Ada 500 meter di perumahan tersebut yang berada di Depok dan 400 meter di Bekasi. Kami minta mereka (perumahan Raffles) bersikap akomodatif karena pembangunan mesti tuntas di akhir 2016," ucapnya.

Lebih lanjut dituturkannya, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung seksi 1A mulai dari Sta 23+900 sampai dengan Sta 27+070. Ini direncanakan punya panjang sekitar 3,5 kilometer yang dikerjakan oleh PT Cimanggis-Cibitung Toll Way.

Menurutnya, kehadiran jalan tol ini sudah sangat dinanti masyarakat karena menjadi salah satu andalan untuk mengatasi kemacetan di wilayah Kota Depok, Kota Bekasi yang merupakan penyangga ibu kota. Jalan tol ini
Bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Melihat kondisi tersebut, proyek ini mesti dikebut demi mengejar target pengoperasian pada awal 2017. Adapun dari total kebutuhan lahan seluas 28 hektare, pembebasan lahan yang terealisasi baru mendekati 1 hektare atau secara panjang baru 200 meter dari total kebutuhan 3.500 meter.

"Pemprov berkomitmen membantu mengatasi masalah pembebasan lahan proyek tersebut melalui langkah taktis dan sinergis dengan Pemkot Depok dan Bekasi," ucapnya.

Meski sempat diterpa isu perubahan lokasi, Iwa menegaskan hal tersebut tidak benar. Pasalnya, lokasi tol yang direncanakan saat ini dinilai sudah sangat efektif dan efisien.

Pemprov sendiri menargetkan proses pembebasan dapat selesai di Desember 2015 atau di Januari 2016.

"Untuk pembebasan lahan ini, pemerintah hanya bis memberikan harga yang wajar melalui apraisal (penaksiran) yang dilakukan oleh negara," bebernya.

Untuk diketahui, Tol Cimanggis-Cibitung yang punya total panjang 26 kilometer. Selain Kota Depok (700 meter) dan Kota Bekasi (3,8 kilometer), tol ini juga akan melintasi Kabupaten Bogor (7 kilometer) dan Kabupaten Bekasi (14,6 kilometer).(Ris)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: