» » Sepanjang 2015 Kejati Jabar Berhasil Selamatkan 65 Miliar Uang Negara


SJO BANDUNG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat (Jabar) menggamblangkan rekapitulasi penanganan perkara selama 2015 ini. Tentunya, sebagai elemen penegak hukum dalam penanganan perkara korupsi mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebanyak 10%. Meski terbilang bukan angka peningkatan yang melejit, Kepala Kejati Jabar Feri Wibisono menyatakan fokus kinerja bukan pada jumlah, namun kualitas penanganan perkara.

Dari 187 jumlah penuntutan, dan 121 perkara penyidikan oleh Kejaksaan, sebanyak 154 perkara Tindak Pidana Korupsi berhasil sampai tahap Eksekusi. Sehingga jumlah keuangan Negara yang berhasil diselamatkan hingga Rp. 65,960,068,724.97.

Tahun ini, beberapa Kejari memang berinovasi dan 11 Kejari di Jawa barat melampaui target kinerja. Dan Kejari Bogor berhasil mendapat gelar Kejaksaan Negeri Tingkat I A terbaik kedua. Inovasi tersebut berupa pelayanan publik dalam keterbukaan informasi perkara melalu Web, peningkatan kinerja, dan masih banyak lagi.

Meski begitu, Kejati Jabar belum merasa maksimal dalam menangani perkara pada tahun ini. Terutama dalam hal ketidakberhasilan pembuktian aset yang sudah dialihkan atau diatasnamakan oleh tersangka, karena memang kendala yang begitu sulit di lapangan.

“Kelemahan jaksa soal perbedaan penafsiran dengan pengadilan pun menjadi hambatan, selain kendala-kendala di lapangan tadi.” ungkap Kejati ajabar Ferry Wibisono SH MH, saat menggelar Pers Gathering di kawasan cimanuk, Senin (28/12/15) malam.

Kedepannya, tentu akan lebih giat menangani kasus-kasus pidana, adapun beberapa strategi, Ferry menyatakan beberapa hal. Pertama, terkait peningkatan pelayanan akses keterbukaan atas informasi mengenai perkara, akan dimaksimalkan melalui web internet agar mudah diakses.

Namun, masih tersendat perihal biaya. Kedua, mengenai penghematan biaya , kedepannya akan memperhitungkan dengan cermat biaya untuk penanganan perkara.

Terakhir, Ferry menuturkan harapannya untuk diadakannya anggaran Khusus untuk sosialisasi. Khususnya mengenai Tindak pidana pencabulan terhadap anak yang kian hari makin banyak jumlahnya,

“seharusnya masyarakat khususnya pemuda dibuat faham mengenai akibat dan hukumannya yang memang berat guna meminimalisir tindak pidana tersebut” tegasnya.(Vio)“seharusnya masyarakat khususnya pemuda dibuat faham mengenai akibat dan hukumannya yang memang berat guna meminimalisir tindak pidana tersebut” tegasnya.(Vio)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: