» » Senjata Api Milik Napi Dalam Lapas Krobokan ?????

Foto : Google

Oleh : Peter S Simo Wibowo SH


Fenomena kerusuhan antar napi dan sipir dalam lapas kerap kali menghiasi dinamika penegakan hukum dan pembinaan warga yang sedang menjalani masa hukuman didalam lembaga peradilan pemasyarakatan diseluruh dunia adalah hal yang sulit untuk dihindari, mengingat warga binaan didalam penjara notabene adalah gabungan dari seluruh pelaku - pelaku kejahatan dari kelas teri sampai dengan kelas kakap semua berkumpul dalam wadah yang bernama " penjara ", yang mana tentu secara psikologis mereka yang dikurung disana adalah penjahat - penjahat yang sedang dibina dari segi mental dan kepribadiannya untuk bisa kembali ketengah masyarakat kelak setelah menjalani masa penahanan sesuai dengan tindak kejahatannya. Dengan harapan dimasa yang akan datang mereka kembali menjadi manusia baru dengan perilaku yang lebih baik dan tidak mengulangi kejahatannya.

Namun buntut dari kerusuhan yang terjadi di lapas kelas II A Kerobokan Bali beberapa hari silam tersebut dilakukan pengeledahan di ruang tahanan blok C1 setelah mengosongkan dan memindahkan para narapidana ke lapas lain, dan hasilnya sungguh mencengangkan, terdapat beberapa temuan barang bukti yang sesungguhnya sama sekali tidak diperbolehkan ada didalam lapas apalagi dimiliki dan dikuasai oleh napinya dimanapun penjara diseluruh penjuru dunia. Adapun informasi yang berhasil dihimpun oleh Seputar Jabar Online barang barang bukti tersebut yang disembunyikan oleh para napi antara lain :

Senjata api jenis revolver tiga pucuk, amunisi sebanyak 22 butir kaliber 38 special, 21 buah samurai, pisau belati 15 buah, pisau lipat 3 buah, tombak 1 buah, kapak, 2 buah, pisau kecil 6 buah, trisula 2 buah, sabit / clurit 1 buah dan yang sangat umum narkoba jenis sabu berjumlah hingga 200 gram. Kesemua barang barang bukti tersebut semuanya telah diserahkan ke pihak Polres Bandung untuk penyelidikan lebih lanjut.

Untuk penemuan senjata tajam dan narkoba mungkin adalah sesuatu hal yang lumrah didalam lapas di Indonesia maupun di lapas luar negeri tetapi penemuan beberapa pucuk senjata api sungguh keterlaluan, bagaimana bisa sistem keamanan lapas bisa kecolongan begitu dahsyat sampai - sampai beberapa napi bisa bisanya menguasai senjata api dan bahan peledak berbahaya didalam lapas, yang mana sesungguhnya tentu semua pihak juga sependapat dan menurut ketentuan undang - undang yang mengaturnya bahwasanya senjata api hanya bisa dimiliki atau dikuasai oleh aparat penegak hukum saja atau atlit olah raga menembak, tetapi fakta yang sangat mengejutkan seorang narapidana yang sedang dalam masa penahanan dan pembinaan didalam lapas bisa menyelundupkan senjata api dan amunisinya kedalam lapas dengan tujuan tentunya keamanan bagi dirinya dan kelompoknya, bisa kita bayangkan kalau senjata api tersebut disalah digunakan oleh napi untuk berbuat kejahatan lainnya didalam lapas misalnya pembunuhan terhadap sesama napi atau bahkan sipir sekalipun, jadi sungguh mengerikan bukan ??

Jadi apa yang dapat dilakukan oleh seorang napi yang bersenjatakan senjata api didalam lapas logikanya sungguh - sungguh sangat membahayakan, bukankah didalam lapas seluruh napi berhak atas rasa aman sehingga bisa menjalankan program -program pembinaan yang diberikan oleh pihak lapas, dan pihak lapas harus dapat menyajikan hal itu semua dengan baik, namun penulis disini benar - benar kaget atas informasi dan penemuan tim kalapas II2 Kerobokan Bali yang telah jelas - jelas kecolongan yang berarti patut diduga sistem keamanan dan deteksi lapas begitu longgarnya sehingga senjata apipun bisa masuk kedalam lapas dan masuk ke lingkungan para napi itu sendiri, masalah ini wajib menjadi perhatian serius bagi aparat berwenang dan menindak tegas oknum - oknum yang meloloskan barang - barang tersebut sehingga hal konyol dan berbahaya tersebut tidak akan terjadi lagi, karena hal ini jelas telah mencoreng moreng ranah penegakan hukum di negeri kita khususnya lembaga pemasyarakatan di Bali.

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: