» » » Save Life Thalassemia Bersama Prodia


SJO BANDUNG - Laboratorium Klinik Prodia kembali menyelenggarakan Bandung Youth Day untuk yang keempat kalinya. Tahun ini, kegiatan yang melibatkan kaum muda tersebut dilaksanakan di City Walk, Bandung dengan tema “Save Life Thalassemia”. Kegiatan ini merupakan puncak kegiatan Road To Campus yang telah diselenggarakan sejak tanggal 19-26 November 2015, melibatkan ITB, Unpad ,Unjani, Maranatha, UPI, dan ITENAS.

Selama Road To Campus tersebut, Prodia mengajak para mahasiswa untuk semakin peduli pada thalassemia melalui rangkaian kegiatan diantaranya fun talkshow seputar thalassemia, sesi sharing dari penderita thalassemia, free screening thalassemia, pemilihan Duta Muda Prodia, dan berbagai games dan lomba bertemakan Save Life Thalassemia.

Kemudian pada puncak acara yang diselenggarakan 5 Desember 2015, Prodia menyelenggarakan Dance Competition untuk para mahasiswa disertakan pengumuman pemenang dari berbagai lomba yang telah terselenggara. Adapun acara ini turut dimeriahkan oleh Rocket Rocker, 5 Romeo, dan Juicy Luicy. Prodia berharap seluruh kegiatan tersebut dapat mendorong para mahasiswa untuk turut serta aktif mencegah peningkatan prevalensi penyandang thalassemia di Indonesia.

Penyakit thalassemia memang tidak sepopuler penyakit diabetes, hipertensi, jantung, kanker atau penyakit lainnya. Padahal hingga saat ini, terdapat setidaknya 250 juta jiwa di seluruh dunia yang dinyatakan sebagai penyandang thalassemia. Jumlah ini akan terus meningkat karena thalssemia merupakan salah satu jenis penyakit genetika yang diturunkan. Selain itu, frekuensi pembawa sifat thalassemia di Indonesia cukup tinggi yaitu sekitar 6-10 persen. Artinya setiap 100 orang penduduk Indonesia terdapat 6 - 10 orang pembawa sifat thalassemia. Jika tidak segera diatasi, jumlah penyandang thalassemia akan terus berkembang.

Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk penyakit ini. Bahkan tidak ada gejala apapun yang ditimbulkan oleh pembawa sifat thalassemia, sehingga mereka seringkali tidak mengetahui bahwa mereka dapat menurunkan gen thalassemia. Padahal pernikahan antara dua orang pembawa sifat thalassemia berpeluang untuk melahirkan anak dengan thalassemia mayor (25%) pada setiap kehamilannya. Dapat kita bayangkan, bila kondisi ini tidak mendapatkan perhatian maka jumlah penderita thalassemia akan berlipat ganda dalam beberapa waktu mendatang.

Deteksi dini thalassemia sangatlah penting karena pada realitanya thalassemia tidak dapat disembuhkan. Pengobatan dan penanganan yang umumnya berupa transfusi darah hanyalah bersifat mengurangi gejala dan mempertahankan kadar hemoglobin minimal dalam darah.

Bahkan penampilan sebagian besar individu pembawa sifat thalassemia tidak dapat dibedakan dengan individu normal. Oleh karena itu pemeriksaan awal untuk mengidentifikasi pembawa sifat thalassemia dan mencegah perkawinan diantara sesama pembawa sifat thalassemia merupakan tindakan penanganan yang paling tepat untuk mencegah penyebaran thalassemia.(Ris)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: