» » » » » » Sarekseuk : Pelajar Madrasah Ibtida'aiyah Setiap Hari Harus Menerobos Derasnya Aliran Sungai Cilalawi


Luput Perhatian Pemerintah Daerah, Jembatan Ambruk Didiamkan Selama 5 Tahun, Pelajarpun bertaruh Nyawa Terobos Sungai.

SJO PURWAKARTA - Warga di Dua Desa dan Dua Kecamatan di Kabupaten Purwakarta, sejak ambruknya Jembatan penyeberangan, 5 tahun lalu, warga di Dua Desa dan Dua Kecamatan, terpaksa harus menerobos aliran sungai Cilalawi.  Namun, yang lebih memprihatinkan lagi, para pelajar, harus menantang maut, menerobos derasnya aliran sungai cilalawi tiap hari. "Karena posisi sekolah, berada di seberang aliran sungai Cilalawi di Kampung Garunggang Desa Tajur Sindang Kecamatan Sukatani Purwakarta, sedangkan Pelajar berada di Kampung Karang layung Desa Cibinong Kecamatan Jatiluhur Purwakarta."

Apalagi sekarang para pelajar sedang melaksanakan Ujian akhir Semester (UAS), di tambah musim hujan, para pelajar kesulitan menyeberang derasnya aliran sungai. "Terpaksa di liburkan, di hari kedua UAS, karena, Karena derasnya aliran sungai. Selasa (8/12) Pagi.

Menurut Tatang Kepala Sekolah Madrasah Ibtida'iyah Al Hikmah, dengan melihat kondisi aliran sungai yang deras, dan bisa mengancam keselamatan jiwa siswa dan staf pengajar, sehingga pelaksanaan UAS di hari kedua, terpaksa dialihkan ke hari berikutnya, menunggu aliran sungai bisa dilalui. Jelasnya. Selasa (8/12) Pagi.

Sambung Iim Sukaesih, orang tua siswa, menambahkan bahwa, tidak hanya para pelajar saja yang harus menantang maut untuk melintasi aliran sungai yang tidak memiliki jembatan, tapi terdapat sejumlah pelajar yang belajar di sekolah lainnya, juga harus menerobos aliran sungai cilalawi. "Termasuk aktivitas warga juga, terpaksa menerobos derasnya aliran sungai Cilalawi."

Sehingga, warga di Dua Desa dan Dua Kecamatan ini, berharap adanya perhatian dari Pemerintah Daerah, untuk membangun jembatan penyeberangan, supaya bisa beraktivitas normal, meski di saat musim hujan. Pungkasnya. (DeR)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: