» » » Jelang Pergantian Tahun, Pangandaran Diserbu Pengamen Dan Pangemis


SJO PANGANDARAN - Menjelang lebaran, Pantai Pangandaran mulai dibanjiri pengemis dan pengamen dari luar kota. Mayoritas diantara mereka adalah warga Jawa Tengah.

Praktek pengemis yang saat ini sangat meresahkan warga Pangandaran, yakni modus mengemis dengan membawa bayi untuk mendapat belas kasih lebih dari masyarakat. Para pengemis ini kerap mangkal di sejumlah titik strategis, seperti emperan swalayan dan traffic light.

“Anak saya dua dan masih kecil-kecil. Saya mengemis dengan membawa satu anak dan suami ada di rumah momong anak yang satunya,” ungkap salah seorang pengemis perempuan yang ditemui di emperan salah satu swalayan Bundaran Poslantas Pangandaran, Sabtu (28/12/2015).

Warga yang diketahui asal Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah ini mengaku terpaksa mengemis demi memenuhi kebutuhan kebutuhan keluarga lantaran suami dan dirinya tidak memiliki pekerjaan.

Perempuan itu menuturkan, aksi mengemis yang dilakukannya di Pangandaran sudah berlangsung seminggu terakhir.

Lokasi mangkalnya berpindah-pindah. “Sebenarnya tidak ingin seperti ini, tapi mau usaha apalagi wong sudah kepepet,” pungkasnya.

Sementara Nurzaman seorang pengamen asal Subang menuturkan, dirinya sudah dua kali mengamen ke Pangandaran diliburan menjelang pergantian tahun.

"Mengamen di Pangandaran dalam masa liburan hasilnya cukup lumayan. Dalam sehari biasanya paling sedikit dapat Rp.150 ribu. Saya kesini berlima, masing masing menyebar di Pantai Barat dan Timur,"ujarnya.

Menurutnya, pada malam Tahun baru pendapatnya berlipat. Banyaknya pengunjung membuatnya dapat mengantongi hingga Rp.500. ribu.

"Pokoknya habis tahun baru, saya bisa bawa uang paling sedikit Rp. 1,5 juta,"pungkasnya. (Iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: