» » » Ini Alasan Saksi HIDMAT Tolak Teken Pleno KPU


SJO PANGANDARAN – Buntut dari ketidak percayaan terhadap penyelenggaraan proses Pilkada, saksi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati (paslon) H Ino Darsono – Erwin M Tamrin (HIDMAT) menolak untuk menandatangani hasil rekapitulasi perolehan suara tingkat KPU Kabupaten Pangandaran serta tidak menghadiri acara pleno tersebut.

Koordinator saksi paslon HIDMAT Endang Sukara mengatakan, Pilkada yang telah dilaksanakan cacat hukum. Sebagai bentuk protes kami tidak menghadiri tahapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat KPU atas dasar dorongan konsituen dan saksi tingkat PPK.

“Kami kecewa terhadap penyelenggara Pilkada karena dinilai cacat hukum, selain itu KPU dan Panwaslu diduga tidak memiliki keseriusan dalam melaksanakan penyelenggaraan setiap tahapan proses Pilkada,” kata Endang.

Masih dikatakan Endang, salah satu bukti keteledoran jajaran penyelenggara Pilkada diantaranya tidak serius dalam melaksanakan pendataan hak pilih, karena jika dibandingkan antara DPT, DPTb1 dan DPTb2 angkanya tidak  masuk akal.

“Kami menysinyalir telah terjadi eksodus pada pelaksanaan pemungutan suara pada 9 Desember 2015 lalu. Faktanya jumlah hak pilih DPTb1 mencapai 404 dan DPTn2 mencapai 1.872,” kata Endang.

Indikasi dugaan adanya eksodus sangat kuat. Seperti yang terjadi di Dusun Bojongsalawe Desa Karangjaladri Kecamatan Parigi dengan adanya 2 orang hak pilih yang keberadaan secara identitas kependudukan belum jelas.

"Padahal dalam aturan sudah jelas, bahwa pemilih yang berhak mencoblos dengan menggunakan KTP adalah warga setempat yang tidak masuk dalam DPT dan DPTP serta menggunakan hak pilihnya harus di TPS setempat sesuai alamat KTP."pungkasnya. (iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: