» » » Guru TKA dan TPA Kecewa Kebijakan Pemda Pangandaran, Terkait Hibah Insentif Guru Ngaji


SJO PANGANDARAN – Sejumlah Guru Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) se-Kabupaten Pangandaran kecewa terhadap kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) terkait pos anggaran danan hibah insentif guru ngaji.

Direktur Daerah (DIRDA) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur'an (LPPTKA) BPRMI Kabupaten Pangandaran Aisyah mengatakan, pihak Pemda terkesan tidak adil dan tidak mengindahkan Peraturan Pemerintah Tahun 2007 Tentang Pendidikan Diniyah.

“Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun2007 diperjelas bahwa Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), berikut Taman Kanak-kanan Al-Qur’an (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), Mejlis Ta’lim, Pengajian Kitab dan bentuk lain statusnya sama,” kata Aisyah.

Tetapi Pemerintah Daerah terkesan ada membedaan status dan pengakuan legalitas antara DTA, TKA dan TPA sehingga guru TKA/TPA tidak terakomodir mendapatkan bantuan hibah insentip, dan hanya mengalokasikan dana untuk guru DTA saja.

“Padahal sebelumnya kami telah dipinta data guru TKA dan TPA oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Pangandaran dan telah diserahkan sejumlah daftar guru TKA/TPA sebanyak 615 orang,” tambah Aisyah.

Aisyah pun kecewa pada rapat pembahasan pihak TKA/TPA tidak dilibatkan untuk mengawal anggaran dana tersebut, hal ini disinyalir kuat ada motif yang tidak sehat sehingga pihan TKA/TPA dianak tirikan oleh Pemerintah Daerah.

“Rencananya kami akan mengajak seluruh guru TKA dan TPA menggelar audiensi dengan Pemerintah Daerah dan akan menyempaikan aspirasi terkait status kesetaraan antara DTA, TKA dan TPA, sehingga kami sama mendapatkan hak bantuan danan hibah insenfip dari Pemerintah Daerah,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bagian Kesejahteraah Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Pangandaran Dani Hamdani membenarkan bahwa untuk alokasi anggaran hibah insentip guru TKA/TPA tidak masuk dalam APBD 2015.

“Benar bahwa kami telah meminta daftar guru TKA/TPA se-Kabupaten Pangandaran yang awalnya akan diberi bantuan hibah insentip, tetapi karena beberapa hal teknis rencana tersebut tidak bisa direalisasikan,” kata Dani.

Dani menjelaskan, dari ajuan pihak DIRDA LPPTKA, menerima sebanyak 615 orang guru Diniyah, dari jumlah 615 orang tersebut merangkap menjadi guru DTA sebanyak 307 orang.

“Sedangkan yang tidak merangkap sebanyak 307 orang, dan rencananya kami akan membahas pada pembahasan APBD 2016 mendatang,” tambah Dani.

Masih dikatakan Dani, saat ini Pemerintah Daerah hanya mampu mengalokasikan dana hibah untuk insentip guru Diniyah senilai ke 307 orang dengan nominal Rp10 juta per lembaga Diniyah dalam satu tahun.(Iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: