» » Demiz: Pencak Silat, Seni Beladiri Untuk Bela Negara


SJO BANDUNG -- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar membuka ‘Kejuaraan Pencak Silat Nasional 2015 Forum Komunikasi Bersama Perantau Seluruh Indonesia' (FORKOB PERSINDO CUP - 1), di Gd. Olahraga Tri Lomba Juang, Jl. Pajajaran Bandung, Senin (28/12).

Kompetisi ini diikuti sebanyak 340 atlet Putra/Putri, 45 kontingen dari berbagai Kabupaten/Kota dan 9 provinsi di Indonesia. Terselenggara berkat kerjasama FORKOB PERSINDO dengan Kemenpora, Koni Jawa Barat, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat, serta berbagai perguruan Pencak Silat di Indonesia.

Deddy menilai, pencak silat adalah bidang yang tepat untuk dikompetisikan. Menurutnya , ada tiga fungsi yang ditawarkan beladiri ini. Pertama Pencak Silat dapat dipertunjukan sebagai seni yang memiliki nilai keindahan hasil eksplorasi gerakan – gerakan yang ada. Kemudian Pencak silat dapat pula dimanfaatkan sebagai olahraga yang membentuk generasi bangsa yang sehat dan kuat. Lalu, Karena berasal dari bumi Indonesia, maka budaya Beladiri warisan negeri ini, diharap dapat menumbuhkan kecintaan pada Tanah Air, sehingga dapat menjadi sarana untuk Bela - Negara.

“Pencak Silat dipilih jadi Kejurnas itu sangat tepat. Dari Silat sebagai seni, kita bisa melihat bagaimana seni juga dibutuhkan dalam kehidupan. Pengunaan Silat sebagai olahraga, bangsa ini memerlukan generasi muda yang sehat dan kuat. Dan Silat sebagai beladiri, juga dibutuhkan untuk siapa saja Warga Negara Indonesia yang memiliki kecintaan pada Tanah Air untuk Bela Negara,” ujar Deddy.

Bela Negara akan dilakoni seorang yang memiliki karakter ‘pendekar’. Karakter ‘Pendekar’ yang Deddy maksudkan adalah sifat jujur, berani, kuat dalam membela yang benar. Karakter ini perlu ditanamkan pada diri siapapun, yang bergerak dalam bidang apapun.

“Jadi penggemblengan orang belajar silat adalah ‘kependekaran’. Jadi yang juga penting adalah pembentukan karakter. Dengan tadi nilai ‘kependekaran’, kan bukan berarti harus jadi Pesilat semuanya. Tadi kalau Dokter jadi Pendekar, Dokter yang ‘Pendekar’, yang jujur, berani, kuat, membela yang lemah, yang benar. Begitu pula di bidang  yang lain," jelasnya.

Selain itu Deddy pun mengungkapkan, ada beberapa hal yang juga strategis dalam kompetisi Pencak Silat ini. Diantaranya, upaya memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mewariskan nilai nilai budaya bangsa. Serta meningkatkan silaturahim, dan menjadi wadah eksibisi berbagai aliran silat di Indonesia. Ketika berbagai karakter ini berkumpul, maka isu mengenai disintegrasi dan toleransi pun bisa diredam.(*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: