» » » Awas, Anemia Mengintai Wanita Usia Subur!


 SJO PANGANDARAN - Perempuan usia subur merupakan kelompok yang terbanyak mengalami anemia, terutama di pedesaan. Penyakit kekurangan zat besi itu dipengaruhi pula oleh diet. Kesimpulan tersebut didapat dari hasil Seminar sehari tentang Anemia Pada Usia Subur, yang diselenggarakan Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kabupaten Pangandaran, di Hotel Laut Biru, Pangandaran,(26/12/2015)

Tampil sebagai narasumber Dr.MF.Hendra Bharata, SpOG (K), MKes, MH. Menurutnya Anemia adalah kadar hemoglobin (hb) yang rendah dalam darah di bawah normal. Untuk Indonesia, ia menilai, perempuan anemia bila kadar hb-nya di bawah 12 gram persen dan lelaki 13 gram persen.

Kenyataannya, berdasarkan data tersebut, Hendra menuturkan prevalensi anemia di kalangan wanita usia subur (15-49 tahun) sebesar 26,4% dari mereka yang diteliti, 19.873 orang.

“Persentasenya di pedesaan terdapat 28,5% dan di perkotaan 23,8%. Berarti, anemia pada perempuan usia subur di pedesaan lebih tinggi dibanding di perkotaan."katan Hendra.

Untuk balita, ia menyatakan angka kejadian anemia pada usia balita (0-59 bulan), dengan patokan hb di bawah 11 gram persen, terdapat 47,8% dari 7.329 balita yang diteliti.

Di pedesaan, menurut Hendra kecenderungannya juga sangat tinggi, karena mencapai 50,4% dibanding di perkotaan sebanyak 43,7%.

Biasanya, menurut Hendra, anemia disebabkan kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi berupa kacang-kacangan, sayuran hijau, maupun hewani. Dapat juga karena terlalu banyak konsumsi makanan yang menghambat penyerapan zat besi, misalnya kopi dan teh.

"Anemia yang banyak menimpa wanita usia usia subur dan masih produktif yang dipicu oleh fungsi reproduksi mereka, mulai dari menstruasi, kehamilan, melahirkan, sampai dengan menyusui. Ia menjelaskan diet yang sering dilakukan, khususnya oleh kaum perempuan, memudahkan pula timbulnya anemia karena buruknya pola makan mereka."ujarnya.

Hendra memandang serius gangguan itu sebagai suatu masalah kesehatan masyarakat karena memengaruhi perkembangan fisik, psikis, dan prilaku, selain produktivitas kerja.

Menurutnya, anemia pun merupakan problem gizi yang kini paling lazim di dunia. Tetapi, ia mengungkapkan kelainan tersebut seringkali hanya menimbulkan gejala ringan sehingga tidak mendapatkan penanganan secara baik. (Iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: