» » Akhir Tahun P2TP2A Kampanyekan Anti Kekerasan Pada Perempuan dan Anak


SJO BANDUNG -  Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan menegaskan tindakan kekerasan memang tidak dapat ditolerir bagi setiap pelakunya, apalagi yang menjadi korban adalah perempuan dan anak.

“Maka harus ada sanksi hukum yang tegas dalam menindak para pelaku untuk jera karena kekerasan yang dialami akan berdampak trauma mendalam bagi korban dan tidak akan dipungkiri korban ini akan menjadi pelaku nantinya,” tutur Netty pada Seminar tentang Penguatan Sinergitas OPD Guna Penanganangan Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak dan Perdagangan Orang di Wilayah Jawa Barat, dengan Tema "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Perdagangan Orang" di Graha Bayangkara Kota Bandung, Senin (21/12).

Menurut Netty, pada pembangunan nasional terdapat tantangan yang akan dihadapi jika positif akan berdampak kebaikan bagi generasi tetapi jika negatif maka akan menjerumuskan dan terpuruknya peradaban bangsa. “Institusi keluarga merupakan faktor terpenting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai aktor atau subjek pembangunan dengan membangun kedekatan dan keharmonisan antara orangtua dan anak,” lanjutnya.

Nyatanya, Netty menyebut tindak kekerasan merupakan Hidden Crime yang kebanyakan sebagai pelaku adalah orang terdekat bahkan keluarga sendiri. Juga faktor yang mendukung adanya relasi kuasa yang tidak seimbang, kemajuan teknologi yang tidak adanya penyaringan dan pendampingan orangtua, globalisasi ekonomiyang berimplikasi pada pengangguran, rendahnya tanggung jawab sosial dan tatanan politik yang tidak menentu.

Oleh karena itu harus dapat menyamakan persepsi dalam menyelamatkan generasi bangsa dan adanya koordinasi lintas sektor baik dari pemerintah, masyarakat maupun pihak terkait. “Khususnya pentingnya memperkokoh ketahanan keluarga dengan terus mengedukasi masyarakat agar penerus bangsa mempunyai antibodi dalam menghadapi pengaruh buruk dari luar,” harapnya.

Seminar tentang Penguatan Sinergitas OPD Guna Penanganangan Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak dan Perdagangan Orang dihadiri oleh unsur pimpinan Polda Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, perwakilan BP3AKB Provinsi Jawa Barat, perwakilan Kepala Sekolah di Kota Bandung, perwakilan Kejaksaan Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat.(*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: