» » Akhir Tahun, Jabar Bagikan 2 Juta Pohon Benih Kopi Arabika


SJO BANDUNG – Hari terakhir tahun 2015 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perkebunan membagikan dua juta benih pohon Kopi Arabika Java Preanger kepada para petani di Jawa Barat. Secara simbolis benih kopi ini dibagikan pada acara launching di Halaman Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22 - Kota Bandung, Kamis (31/12).

Ada 65 kelompok tani dari 11 kabupaten di Jawa Barat yang tahun ini mendapat benih kopi gratis. Setiap benih kopi yang dibagikan bersertifikat, sehingga menjadi benih kopi yang unggul baik dari sisi umur, proses pembuahan, hingga jumlah, dan ukuran buah yang dihasilkan.

Usai acara, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan bahwa tanaman kopi ini bisa dipanen hanya dalam waktu 11 bulan dari waktu normal 3 tahun masa tanam. Ia pun mengatakan pembagian benih kopi gratis ini merupakan upaya Pemprov Jawa Barat mendorong pengembangan produk perkebunan yang dimulai dari hulunya.

“Untuk memperbanyak masyarakat penanam kopi, para petani-petani rakyat perlu didorong, diberi subsidi. Subsidinya bukan subsidi uang, tapi subsidi bibit yang sudah unggul. Sebab kalau subsidi uang boleh jadi salah, malah nanti tidak dibelikan bibit atau dibelikan bibit tapi salah - bukan bibit unggul,” ungkap Gubernur.

“Oleh karena itu,  supaya terjamin bibit unggul sampai ke masyarakat maka Pemerintah Provinsi membibitkan bibit unggul tersebut kemudian dibagikan. Tinggal nanam saja masyarakat kita. Mudah-mudahan dengan cara ini subsistem hulu diperbanyak tanamannya maka dihilir nanti (produksinya) semakin banyak,” papar Gubernur di hadapan awak media yang hadir.

Potensi yang dimiliki bibit unggul kopi yang dibagikan ini mencapai 600 ribu hektar dengan produksi ideal per hektarnya bisa menghasilkan 2 ton kopi. Namun, Gubernur mengungkapkan produksi tersebut masih bisa ditingkatkan hingga 3 ton per hektarnya.

Sementara itu terkait lahan perkebunan kopi di Jawa Barat saat ini, menurut data BPS luas perkebunan di Jawa Barat mencapai 494.900 hektar atau 13,28% dari luas total wilayah Provinsi Jawa Barat 3,7 juta hektar. Untuk perkebunan kopi sendiri, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Arief Santosa mengungkapkan bahwa luas lahan kebun kopi Jabar terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2008 luasnya mencapai 26.000 hektar, sementara tahun 2014 bertambah menjadi 32.486 hektar yang tersebar di 18 kabupaten/kota di seluruh Jawa Barat. Selain itu, dari sisi produksi juga terus mengalami peningkatan, jika pada tahun 2008 mampu menghasilkan 9.840 ton kopi maka pada tahun 2014 mampu mencapai produksi hingg 12.943 ton.

“Khusus mengenai komoditas kopi di Jawa Barat perkembangannya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan, baik dari aspek budidaya, aspek pengolahan, serta aspek peningkatan pasar sekaligus konsumsi per kapita per tahunnya,” ujar Arief dalam sambutannya saat acara launching.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah dan akan membagikan benih kopi unggul kepada para petani hingga 6 juta benih. Pada 2014 lalu dibagikan 1 juta benih kopi kepada 62 kelompok tani yang tersebar di 6 kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Garut, Sukabumi, dan Cianjur. Sementara pada tahun 2015 ini disalurkan 2 juta benih kopi kepada 65 kelompok di 11 kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut, Majalengka, Sukabumi, Sumedang, Cianjur, Kuningan, Tasikmalaya, Ciamis, dan Subang.

Tahun 2016, Pemprov Jawa Barat kembali akan membagikan benih kopi hingga 2 juta benih pohon dan tahun 2017 nanti rencanya akan dibagikan 1 juta benih pohon kopi. Dengan bantuan benih pohon kopi ini akan semakin menambah luas lahan perkebunan kopi di Jawa Barat hingga 35.486 hektar.

Sementara dari aspek usaha tani, pada tahun 2008 ada 110.864 orang petani dan meningkat menjadi 113.766 orang petani pada tahun 2014.

“Dari aspek pengolahan dan nilai tambah dimana pada tahun 2008 sebagian besar para petani kopi belum bisa melakukan pengolahan biji kopi sampai dengan siap saji. Tetapi akhir-akhir ini hampir sebagian besar para petani kopi telah mampu melakukan pengolahan dengan berbagai kreatifitasnya – bahkan banyak diantara mereka sudah mengembangkan industri skala rumah tangga dan sudah mampu membentuk usaha kedai kopi,” jelas Arief.

Jawa Barat pun patut berbangga, karena saat ini Jabar juga lebih dikenal dengan produsen kopi unggul dengan cita rasa khas Kopi Java Preanger yang dicintai para penikmat kopi baik dari dalam ataupun luar negeri. Dan untuk mengembangkan jenis kopi di Jabar, Dinas Perkebunan Jawa Barat tengah melakukan pelestarian plasma nutfah kopi unggul Jabar melalui identifikasi dan uji cita rasa terhadap 6 varietas Kopi Buhun yang menghasilkan 3 jenis Kopi Buhun dengan tingkat cita rasa “execellent “atau di atas “good” dan “very good”.

Sebagai produsen kopi unggul, diharapkan industri kopi Jawa Barat akan terus berkembang dengan didukung oleh masyarakat yang bisa mencintai dan mengkonsumsi kopi dengan baik dan benar. Pemerintah pun akan terus mendorong masyarakat agar bisa mengembangkan industri kopi ini, melalui pembangunan gerai atau kedai kopi di Jawa Barat.

Acara launching ini turut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Unsur FKPD Jawa Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Asisten Daerah Bidang Kesejahteraan Setda Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Perkebunan Jawa barat, para Kepala OPD, Kepala Biro, dan Staf Ahli di lingkungan Pemprov Jawa Barat, para Bupati/Walikota/Wakil Bupati/Perwakilan Pemkab dan Pemkot di Jawa Barat, para Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten/Kota di Jawa Barat, Pimpinan Perusahaan Daerah, Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Jawa Barat, Ketua Kliring House Produk Perkebunan Jawa Barat, Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (Apeki) Jawa Barat, Perwakilan Kelompok Tani Perkebunan penerima benih Kopi Unggul Jawa Barat, serta para penangkar benih. (*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: