» » » YLBK : Masyarakat harus teliti terhadap penipuan SMS

SJO MAJALENGKA - Modus penipuan melalui telepon seluler terus saja terjadi, seolah tak pernah berhenti. Justru baik
secara kuantitas maupun kualitas modus penipuan tersebut mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Berbagai modus penipuan yang dulu sempat menarik perhatian seperti “mama minta pulsa”, “anak kecelakaan”,  “calon pembeli rumah atau kendaraan bermotor”, “layanan
transfer pembayaran fiktif” hingga “selamat Anda dapat hadiah”, memang mulai agak surut. Tetapi tidak berarti modus semacam itu musnah, sesekali muncul pengaduan terkait hal itu. Celakanya – atau lebih tepat “cerdiknya” para penipu memanfaatkan nomor
para pelanggan dari tiga operator seluler besar yakni Telkomsel,
Indosat, dan XL.

Dede Aryana Ketua Yayasan Lembaga bantuan konsumen (YLBK) Kabupaten Majalengka mengungkapkan Dipilihnya tiga operator besar ini masuk akal, sebab merekalah yang menguasai pasar seluler di Indonesia.

Sasaran penipuan menggunakan telepon seluler juga bukan tanpa alasan. Saat ini ponsel bukan lagi menjadi barang mewah namun sudah menjadi kebutuhan masyarakat dalam melakukan komunikasi sehari-hari. Kondisi demikian menjadi peluang bagi para pelaku penipuan berkedok pemberian hadiah undian melakukan aksinya.

Satu hal lagi, maraknya promo gratis ratusan bahkan ribuan sms yang diberikan para operator seluler, disinyalir juga mendorong pelaku leluasa  melakukan aksinya. Pelaku tak harus merogoh kocek dalam untuk membeli pulsa. Toh, mereka
bisa  memanfaatkan sms gratis dari masing-masing operator.

Dede menambahkan Pertanyaannya, mengapa pelaku mengetahui nomor telepon si  korban? Sebenarnya pelaku tidak mengetahui siapa pemilik nomor -nomor telpon yang mereka kirimi short message service (sms) tersebut.

Para pelaku memilih dan mengirim ke nomor konsumen secara acak dan dilakukan dengan cara blash. Canggihnya gadget turut berkontribusi memudahkan aksi penipu. Tak mengherankan jika hampir semua konsumen pengguna telpon seluler pernah menerima modus penipuan tersebut melalui sms.

"Masyarakat harus teliti dalam menanggapi sms atau telfon yangengatasnamakan perusahaan besar tersebut karena modus penipuan berhadiah ini masih banyak dan belum diatasi hingga akar-akarnya"

Bagi orang awam yang menerima sms atau telfon tersebut ketika membuka situs palsu yang dibuat pelaku akan percaya. Jangankan orang awam bagi mereka yang kerap bergelut dengan jaringan internet pun jika tidak teliti dan hati-hati maka akan dengan mudah terjebak dan menjadi korban penipuan juga.

Dede berharap peran serta masyarakat dalam memberantas modus penipuan tersebut Dengan cara ini diharapkan mempersempit ruang gerak para penipu yang memanfaatkan jaringan seluler.

Menjadi bagian dari konsumen cerdas dengan melaporkan tindak kejahatan penipuan tidak saja melindungi diri sendiri, tetapi partisipasi aktif ini juga mampu  menyelamatkan konsumen lain, calon korban yang awam.

Diharapkan dengan peran aktif ini, konsumen dapat membantu memberantas tindak penipuan yang  selalu bergentayangan di sekeliling kita. Benar, bahwa tindak kejahatan adalah ranah penegak hukum, tetapi mata konsumen jauh lebih banyak dari  petugas penegak hukum. Sekecil apapun partisipasi tersebut, akan bermanfaat  bagi orang lain.(Ars)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: