» » » Tarif dan Sistem Pengelolaan Parkir di RSUD Majalengka Jadi Sorotan

SJO MAJALENGKA - Sekian banyak masyarakat mengeluhkan Tarif parkir pasien rawat inap dan yang tidak inap serta pengelola parkir yang merugikan bagi pihak pegawai RSUD Majalengka.

"Memang banyak keluhan dari masyarakat bahkan para pegawai persoalan tarif dan tempat parkir para pegawai" kata Dede Aryana Ketua yayasan lembaga bantuan konsumen (YLBK) Majalengka, Kamis (5/11).

Dia mengatakan, meminta pihak RSUD Majalengka untuk merubah sistem parkir di rumah sakit daerah itu. Sistem parkir yang masih menggunakan sistem tradisional, diminta menggunakan sistem komputerisasi agar lebih jelas pengelolaannya.

“Sekarang sudah zaman teknologi. Kok parkir masih sistem tradisional, harusnya sudah komputerisasi seperti diYogya Grand Mall” katanya.

Dede menambahkan dengan sistem tradisional pengelolaan parkir rawan kebocoran. Sehingga, pendapatan parkir yang dipungut dari keluarga pasien tersebut tidak jelas. “Sistem manual atau
tradisional itu rawan penyelewengan. Sehingga PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang disetor ke rumah sakit rawan bocor,” tegasnya.

Bahkan, data berapa jumlah kendaraan yang diparkir di halaman rumah sakit tersebut tidak jelas. Karena pihak pengelola
parkir tidak pernah mencatat. Terlebih lagi, tidak ada jaminan dari pengelola perkir untuk mengganti kendaraan yang hilang.
“Sekarang ini sudah ada aturannya, jika kendaraan sedang di parkir hilang, apakah ada jaminan pengelola parkir mengganti?” tanya Dede.

"Yang lebih menyedihkan parkir bagi pegawai yang seharusnya parkir didalam pekarangan rumah sakit namun, yang terjadi para pegawai, kendaraan yang diparkir diluar kawasan RSUD sekitar 30 meter dari rumah sakit" tambahnya

Sesuai Peraturan daerah No.10 tahun 2010 retribusi parkir untuk fasilitas umum seperti Rumah sakit dipungut sebesar Rp. 500,- bagi sepeda motor dan 1000 bagi mobil namun, yang terjadi kendaraan motor dipungut Rp.2000 dan Mobil Rp.4000 per sekali parkir.

Dede Aryana berharap pihak Dishub Majalengka menindak pengelola parkir yang memasang tarif diluar ketentuan Perda dan memohon untuk segera ditindak karena merugikan bagi pasien dan pegawai RSUD Majalengka apabila itu dibiarkan oleh para oknum PNS baik Dishub Majalengka berarti sudah tidak mematuhi aturan perda No.10 tahun 2010" tandasnya.(Ars)


«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: