» » » RAB Rekanan Dinas KPK Direvisi, Mau Untung Malah Buntung


SJO PANGANDARAN - Para rekanan yang mendapatkan proyek pembuatan sumur pantek (bor) dari Dinas Kelautan, Pertanian dan Kehutanan (KPK) Kabupaten Pangandaran merugi. Pasalnya, Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibuat konsultan dan selesai pengerjaannya, harus di revisi karena Dinas Keuangan Pangandaran enggan menanda tangani RAB tersebut.

Menurut salah satu rekanan yang enggan disebutkan namanya menuturkan semua rekanan yang mendapatkan proyek pembuatan sumur pantek harus merubah atau merevisi RAB,

"Informasi yang saya terima seperti itu, RAB nya harus direvisi karena Dinas Keuangan tidak mau nanda tangani dengan alasan anggarannya masih besar sisanya sehingga takut menjadi temuan BPK," ujar sumber tersebut.

Dengan terjadinya revisi, lanjut dia, hal tersebut membuat para rekanan harus mengerjakan lagi proyek sumur pantek yang kedua sampai ketiga kalinya.
"Setelah RAB nya di revisi, kami  harus membuat dua sumur pantek lagi, membeli mesin jenset dan tempat penampungan air untuk kapasitas 3000 liter, namun itupun disesuaikan dengan anggaran nilai kontrak, kalau nilai kontraknya 100 juta cuma satu buah water torennya, kalau saya nilai kontrak 120 juta harus beli 2 water toren,"keluhnya.

Sebelum di revisi, kata Dia, rekanan hanya berkewajiban membuat sumur bor, bak penampungan air permanen, dan mesin penyedot 450 watt," Setelah dilakukan revisi kami merasa rugi karena nilai kontraknya masih tetap tapi pekerjaan bertambah atau dua kali sehingga menurut kami hal tersebut telah merugikan pihak pemborong, seharusnya, pihak konsultan lebih teliti sebelumnya, jadi ini murni kesalahan dari konsultan," tuduhnya.

"Dengan adanya penambahan pekerjaan sehingga harus membeli satu buah Jenset,dua buah water toren dan menelan biaya sekisar Rp 30-40 jutaan," pungkasnya.

Hingga ditulisnya berita ini, seputarjabar.com belum mendapatkan keterangan resmi baik dari Dinas KPK maupun Dinas Keuangan Kabupaten Pangandaran.(iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: