» » » Pelajar dan Mahasiawa Kritisi Debat Kandidat Cabup Pangandaran


SJO PANGANDARAN - Ketua Keluarga Pelajar Mahasiswa Pangandaran, Wahyu  Hidayat, mempertanyakan efektifitas acara Debat Kandidat Cabup Pangandaran (03/11) yang akan diliput melalui siaran tunda oleh salah satu tv berlangganan.

"Acara itu tidak sesuai dengan keinginan masyarakat untuk mengakses informasi serta menggali ide dan gagasan para kandidat paslon bupati dan wakil bupati,"kata Wahyu.

Wahyu menyayangkan televisi yang menayangkan acara tersebut sulit diakses oleh masyarakat Pangandaran.

"Sudah tidak live ditambah lagi hanya warga yang berlangganan tv cable, yang bisa menyaksikan acara tersebut."jelasnya.

Wahyu juga mempertanyakan tidak adanya panelis dalam debat tersebut. Alasannnya kewenangan seorang moderator sangat terbatas. Moderator hanya bertugas sebagaimana seorang pembawa acara yang mengatur “lalu lintas” dan membagi waktu bagi para calon kandidat untuk berbicara sesuai dengan tema yang ditentukan.

“Apalagi seorang moderator dibatasi aturan tidak boleh berkomentar, memberi penilaian dan memberi kesimpulan.”ujarnya.

Menurutnya kalau tidak ada panelis yang ahli dalam bidangnya, bagaimana masyarakat Pangandaran dapat terwakili untuk menggali informasi ide maupun gagasan serta kapasitas seorang calon Bupati yang akan memimpin Kabupaten Pangandaran.

Selain itu Wahyu juga mempertanyakan keterwakilan para pelajar sebagai pemilih pemula. Sebab merekalah justru yang lebih perlu mengenal dan mendengar ide dan gagasan sang calon pemimpin mereka.

“Bayangkan saja untuk mewakili mahasiswa dan pelajar Pangandaran hanya 1 undangan yang kami terima,”pungkas Wahyu. (iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: