» » » » Panglima TNI Minta Prajurit Tidak Terprovokasi Terkait Tertembaknya Kapten Edi Oleh Oknum POLRI


SJO BANDUNG - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta Prajurit TNI tidak terprovokasi atas peristiwa penembakan yang dilakukan oknum Anggota POLRI dari Polres Muara Enim terhadap Dua orang anggota TNI dari satuan Detasemen Intelijen (Den Intel) Kodam III/Siliwangi. Sehingga mengakibatkan Kapten CHB Edi Sutrisno mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kanan dan Sersan Deden tertembak di bagian paha.

Panglima TNI juga membeberkan kronologis penembakan berdasarkan fakta sehingga tidak terjadi kesimpang siuran. "Prajurit TNI sedang bertugas dan dibekali surat tugas resmi dari satuan" Ujar Panglima TNI kepada awak media, Minggu (14/11)

Prajurit TNI sedang melakukan pengendapan dan pemantauan terhadap pelaku pencurian kendaraan dinas (Randis) TNI milik Primkopad Dam Siliwangi. Sebelumnya, pihak TNI telah melakukan pelaporan kepada Polrestabes Bandung terkait pencurian Randis, juga dalam rangka membantu tugas kepolisian.

Dari informasi yang dihimpun seputarjabar.com kendaraan tersebut berjenis Toyota Innova bernomor Polisi D 1803 LAW, hasil penelusuran dan koordinasi dengan Kodim Lubuk Linggau Kodam II/Sriwijaya akhirnya pemantauan mengarah ke daerah Alfamart Jalan Ahmad Yani, Desa Megang Lubuk Linggau Utara, Kota Lubuk Linggau, Jum'at (13/11) pukul 23.00 wib.

Kapten Edi Ditembak Tanpa Perlawanan

Pada saat penyergapan menurut Panglima TNI, Prajurit TNI diperintahkan anggota Polres Muara Enim untuk keluar dari dalam mobil. "Yang pertama keluar Kapten CHB Edi Sutrisno dilanjut Sersan Deden, diperintahkan angkat tangan, saat angkat tangan tanpa senjata ditangan, lalu ditembak bagian perutnya, tanpa perlawanan" Tegas Gatot.

Secara Internal pihaknya akan melakukan Investigasi bersama POLRI guna mengetahui ihwal terjadinya peristiwa yang menyebabkan tertembaknya prajurit TNI yang sedang bertugas.(Don)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: