» » Jabar Dominasi Juara Lomba Inovator Pengembangan Produk Perikanan 2015

SJO BANDUNG – Provinsi Jawa Barat mendominasi perolehan juara dengan meraih 5 posisi juara dari 3 kategori Lomba Inovator Pengembangan Produk Perikanan ke VII Tahun 2015 yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) hadir pada acara final yang digelar di Lapangan Tegallega, Kota Bandung, Minggu (1/11/2015) dan mengatakan, pihaknya merasa bersyukur atas prestasi yang diraih masyarakat Jawa Barat pada lomba tersebut.

Untuk itu, Jawa Barat pun berkomitmen terus meningkatkan produk-produk olahan ikan. “Kita juga berkomitmen memajukan produk-roduk perikanan, Jawa Barat akan melakukan hal yang sama,” ungkap Gubernur usai acara.

“Khususnya tadi yang memenangkan lomba, 5 dari 9 orang tersebut kita akan memberikan perhatian khusus. Karena ini baru temuan dan inovasi, belum menjadi benda ekonomi. Jadi harus dipikirkan berapa harga produksinya, berapa harga jual yang memadai supaya bisa bersaing,” tambah Gubernur.

Pada kesempatan ini, Gubernur pun mengajak para pihak terkait dan masyarakat untuk menjadikan ikan dengan berbagai produk olahannya sebagai barang yang mewakili protein hewani paling unggul di Indonesia.

Indonesia bisa menjadi bangsa dengan swasembada ikan dunia. Hal itu menurut Gubernur bisa terjadi, karena Indonesia merupakan pemilik perikanan laut Nomor 1 di dunia. Namun, ia pun menyayangkan sebagai pemilik ikan laut Nomor 1, Indonesia hanya mampu berada di Posisi 5 dunia sebagai negara yang memproduksi ikan laut.

Ekspor Jawa Barat tahun 2014 dalam bentuk olahan sebesar 33.6 ribu ton sedangkan import sebesar 229 ribu kg, adapun konsumsi masyarakat Jawa Barat tahun 2014 sebesar 24.23 kg/kapita dan di tahun 2015 target konsumsi ikan 31.02 kg/kapita yang tentu saja jauh dari target Nasional 40.90 kg/kapita. Maka Permerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya untuk meningkatkan konsumsi ikan oleh masyarakat dengan menggalakan sumber komoditas konsumsi sebagai sumber ketahanan pangan dan bahan makanan pokok.

Seperti ikan kembung, bandeng dan tongkol yang banyak diproduksi di Jawa Barat, juga jenis ikan tawar seperti ikan nila, ikan mas, ikan patin yang dikembangkan teknologi budidaya melalui UPTD Provinsi Jawa Barat.

“Mudah-mudahan kita semua punya komitmen, komitmen masyarakat Jawa Barat dan seluruh Indonesia bahwa masa depan kita, masa depan protein hewani kita adalah perikanan dan kelautan,” ajak  Aher.

Sementara itu, Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan dalam sambutannya mengatakan, ada berbagai aspek yang ada dalam ruang lingkup perikanan di Indonesia. Pertama, yaitu aspek kesehatan yang bisa memberikan dampak baik bagi tubuh serta kecerdasan manusia.

Kedua, aspek ketahanan dan keamanan pangan. Menurut Netty, masalah gizi buruk, stunting, obesitas, gizi buruk, dan underweight bisa diturunkan dengan konsumsi ikan yang baik. Ketiga, aspek ekonomi. Dengan melimpahnya sumber daya alam perikanan diharapkan hal ini akan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya peningkatan kesejahteraan nelayan di Indonesia.

“Dan yang keempat, lomba inovator ini kita harapkan bisa menyelesaikan permasalahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Banyaknya ibu-ibu yang menjadi buruh migran, menjadi PSK. Dan ketika produk olahan serba ikan ini mampu menggerakan dan menjadi stimulasi pertumbuhan ekonomi, mudah-mudahan dampak sosial dari persoalan yang ada di tengah masyarakat bisa kita turunkan,” papar Netty.

Sementara kelima, yaitu aspek kreatifitas. Melalui kreasi atau ide-ide baru produk olahan serba ikan. “Hari ini persoalannya how to make and learn money from ideas, sehingga kalau saat ini ibu-ibu hanya bisa memepes dan menggoreng ikan, ke depan mudah-mudahan semakin banyak olahan serba ikan yang menjadi pilihan anak kita,” pungkas Netty.

Melalui kreasi berbagai olahan makanan serba ikan ini, Netty menambahkan dengan sendirinya hal tersebut akan mempertahankan eksistensi olahan makanan serba ikan, di tengah gempuran berbagai olahan makanan yang mampu meningkatkan status sosial dan pergaulan seseorang, baik yang saat ini ada di tengah masyarakat ataupun yang ditawarkan melalui tayangan televisi.

Lomba Inovator Pengembangan Produk Perikanan Tahun 2015 ini mengambil tema “Kudapan Hasil Perikanan: Sehat, Aman, dan Bergizi Tinggi”. Lomba ini bertujuan untuk: a) meningkatkan nilai tambah dan aneka ragam produk perikanan dalam rangka meingkatkan kesejahteraan rakyat; b) memotivasi masyarakat untuk lebih berkreasi menciptakan inovasi produk perikanan yang bernilai tambah, bermutu tinggi, dan aman untuk dikonsumsi, serta c) memberikan penghargaan kepada masyarakat atas inovasi pengembangan produk perikanan yang telah dilakukannya.

Ada 21 finalis dari total 183 formula produk olahan makanan serba ikan yang diterima panitia lomba dengan 3 kategori, yaitu: Kategori Unit Pengolahan Ikan, Kategori Peneliti/Pelajar/Mahasiswa, dan Kategori Umum.

Dan berikut para pemenang Lomba Inovator Pengembangan Produk Perikanan ke VII Tahun 2015, dengan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 20 juta (Juara I), Rp 15 juta (Juara II), dan Rp 10 juta (Juara III) dari setiap kategori.

I.  Kategori Unit Pengolahan Ikan:

Juara 1: Produk “Fissnut Creeps” oleh Rerani Putri (Kota Bogor),

Juara 2: Produk “Bluetooth” oleh Usman Rusmana (Bekasi Timur),

Juara 3: Produk “Den Asma” oleh Eka Supriyatin (Boyolali, Jawa Tengah)

II.  Kategori Peneliti/Mahasiswa/Pelajar:

Juara 1: Produk “Funo” oleh Muhammad Rizqi Hasany dan Ghina Khoerunisa (Universitas Padjajaran, Bandung).

Juara 2: Produk “Pie Tuna” oleh Multazimul Haq (Institut Pertanian Bogor),

Juara 3: Produk “Cukeri” oleh Roma Idatul Koir (Univeristas Negeri Malang).

III.  Kategoti umum

Juara 1: Produk “Rainbow Kranc's” oleh Bayu Ratnasari (Demak, Jawa Tengah),

Juara 2: Produk “Lidi-lidi Noodle Vannamier oleh Ahmad Ali Muhdi (Merauke, Papua),

Juara 3: Produk “Lele Chrispy” oleh Hesti Juwitasari (Bojongsoang, Bandung).

Kegiatan lomba berlansung dari tanggal 31 Oktober – 1 November 2015. Selain lomba, digelar pula kegiatan lainnya seperti demo masak oleh 21 finalis, penyerahan bantuan sarpas dan Surat Kelayakan Pengolahan (SKP) secara simbolis, Pencanangan Bulan Mutu, bazaar produk olahan hasil perikanan, pameran teknologi hasil perikanan dan kelautan, talkshow & game interaktif kampanye Aku Cinta Produk Perikanan Indonesia, talkshow Bulan Mutu Perikanan, Difusi Produk Olahan Hasil Perikanan (Dinas Kelautan & Perikana Jawa Barat), Uji Preferensi Konsumen Terhadap Produk Perikanan (Balai Besar P2HP), serta ada pula gerai pameran dari Dinas Kelautan & Perikanan dari berbagai provinsi di Tanah Air.

Turut hadir pada acara ini, mewakili Menteri Kelautan dan Perikana RI Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo, para Pejabat Eselon I dan II Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikana Jawa Barat, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gorontalo, Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi se-Indoensia, Kepala/Perwakilan Dinas Kelautana dan Perikanan Kabupaten/Kota di Jawa Barat, para tamu undangan, serta para peserta lomba.(R)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: