» » » Inilah Potret Keluarga Miskin Yang Luput Dari Perhatian Pemda Pangandaran


SJO PANGANDARAN – Pasangan suami istri (pasutri) Mijo dan Itoh adalah warga Kampung Batukarut Rt 04/01 Desa Emplak Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran. Dalam kesehariannya kehidupan mereka jauh dari kata sejahtera. Jangankan tinggal dirumah yang layak bahkan untuk kebutuhan makan sehari-hari saja mereka harus mencukupinya dengan susah payah.

Mijo bekerja serabutan, untuk mencukupi nafkah bagi keluarga dirinya mengandalkan warga lain yang menyuruh mengerjakan sesuatu. Dalam sehari terkadang mendapatkan upah Rp.50 ribu, namun terkadang berhari-hari dirinya tanpa penghasilan dan menganggur.

Untuk menambah penghasilan istrinya Itoh  membuat sapu lidi yang ia kumpulkan dan dijual pada pengepul. Tentu saja penghasilannya juga tak menentu.

Maka wajar selain tinggal di rumah yang tidak layak, beban pasutri ini sangatlah berat untuk menghidupi 5 orang anaknya. Maka wajar jika semua anak-anak mereka tak satupun yang mengenyam pendidikan.

Arya ketika ditanya wartawan mengatakan dengan malu kenapa dirinya sampai tidak masuk sekolah.

"Abdi mah alim sakola da kedah meser baju sareng sapatu (saya tidak mau sekolah karena harus beli baju dan sepatu-Red),”kata Arya polos.

Dari Informasi yang diperoleh seputarjabar.com, dari ke lima anak pasutri tersebut yang terdiri 3 laki-laki dan 2 perempuan yaitu Usep (35), Yanti (25), Saripudin (15), Arya (9) dan Tia (4) tak satupun yang mampu menyelesaikan sekolah dasar.(iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: