» » » Hasil Seleksi 5 Anggota Komisioner KPU Pangandaran, Menuai Kritik

 

SJO PANGANDARAN - KPU Jawa Barat sebagai pihak yang berwenang dalam menyeleksi 10 peserta menjadi 5 orang terpilih sebagai anggota komisioner KPU Pangandaran dinilai melanggar azas keterbukaan informasi publik, sebab hingga saat ini belum mengumumkannya secara resmi. Padahal acara pelantikan dilaksanakan besok, Jumat (13/11).

Selain itu pelantikan anggota Komisioner KPU Pangandaran terkesan misterius dan tertutup.

Hal tersebut dibenarkan salah seorang peserta seleksi Agus Teguh Suryaman. Menurutnya hingga saat ini dirinya belum mengetahui secara resmi siapa saja yang lolos menjadi anggota komisoner KPU Pangandaran.

“Saya belum menerima informasi yang resmi baik dari pihak KPU langsung maupun di website resminya. KPU Jawa Barat juga terkesan sangat tertutup baik saat mengajukan penundaan penetapan dan pelantikan, hingga pengumuman kelima anggota KPU Pangandaran terpilih yang akan dilantik besok tidak dilakukan secara terbuka,”kata Agus kepada seputarjabar.com.

Agus menambahkan, KPU Jawa Barat sebagai lembaga negara mestinya bertindak profesional dan tidak serampangan. Sebab pengumuman siapa yang lolos dari 10 orang peserta seleksi dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi dan miterius.

Agus juga mempertanyakan kapasitas Kikim Tarkim selaku Ketua KPU Ciamis dalam proses seleksi 5 anggota Komisoner KPU Pangandaran. Sebab menurut pengakuan salah seorang peserta yang lolos dan akan dilantik, dirinya diberitahu oleh Kikim Tarkim melalui telepon.

Karena kewenangan penetapan 5 anggota KPU Pangandaran adalah kewenangan KPU Jawa Barat mestinya pemberitahuan kepada peserta yang lolos dilakukan oleh sekretariat KPU Jawa Barat.

Selain itu, sebagai lembaga negara, mestinya KPU Jawa Barat dalam memberitahukan peserta yang lolos melalui surat resmi, apalagi yang menghubungi peserta yang terpilih justru dilakukan oleh ketua KPU Ciamis.

Sementara Andis Sose yang juga salah soerang peserta seleksi menyayangkan, sebuah lembaga negara seperti KPU tidak menjalankan tahapan yang semestinya.

“Mengapa tanggal 9 Nopember 2015 tidak segera diumumkan, masalah pelantikan kan bisa dicari waktu yang tepat,”tegasnya.

Alasan penundaan penetapan dan pelantikan anggota komisioner KPU Pangandaran, terkesan dibuat-buat. Sebab masalah keamanan sudah menjadi tanggung jawab Kepolisian.

“Kalau alasannya karena terkait keamanan, mengapa tidak sejak lama, saat Ketua DPRD Pangandaran mewanti-wanti agar proses seleksi anggota KPU Pangandaran ditunda dan Pilkada Pangandaran tetap dilaksanakan oleh KPU Ciamis,”kata Andis.

Meskipun demikian Andis menyatakan menerima atas keputusan KPU, namun dirinya tetap menyayangkan langkah yang dilakukan sebab terkesan tidak profesional.

Salah seorang peserta yang terpilih, Wiyono Budi Santosa, membenarkan bahwa dirinya dihubungi oleh Ketua KPU Ciamis melalui telepon yang menyatakan dirinya salah satu yang terpilih menjadi anggota Komisioner KPU Pangandaran dan akan dilantik.

“Saya tidak diberitahu melalui surat resmi namun hanya di telepon oleh ketua KPU Ciamis,”ujarnya.

Sementara itu, Kikim Tarkim mengaku tidak mengetahui nama-nama yang yang lolos menjadi anggota komisoner KPU Pangandaran.

Kikim mengatakan, yang menghubungi ke lima peserta yang lolos itu sekretariat KPU Ciamis, untuk menyampaikan undangan pelantikan dari KPU Jawa Barat ke calon terpilih.

“Waduh, mohon maaf Pak. Saya nggak tahu, saya masih di Jakarta,”kata kikim, melalui pesan singkat.(iwn)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: