» » Hadapi Era Teknologi Digital Pemprov Dorong Pengembangan Pendidikan Formal Digital Arts


SJO BANDUNG - WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT DEDDY MIZWAR MENGGELAR PRESS CONFERENCE BIDAF (BANDUNG INTERNATIONAL DIGITAL ARTS FESTIVAL) DI RUANG MALABAR GEDUNG SATE BANDUNG, RABU 4 NOVEMBER 2016.(R)


SJO BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong pengembangan pendidikan formal digital arts disamping pendidikan seni yang lain.

“Teknologi sudah sangat luar biasa memasuki semua elemen kehidupan kita. Era teknologi digital bukan lagi era masa depan, tapi ini era sekarang. Termasuk di dunia seni. Itu sebabnya Pemprov Jabar mendorong pengembangan pendidikan formal digital arts agar bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif kita,” papar Deddy pada konferensi press Bandung International Digital Arts Festival (BIDAF) 2015, di Gedung Sate, Rabu (04/11/15).

Era digital ini, menurut Deddy, sudah pula menyentuh semua bidang ekonomi kreatif seperti teater, musik, film, seni rupa, dan sebagainya. “Secara bisnis juga menjanjikan, contohnya di Baros International Animation Festival dari berbagai negara datang ke sini untuk kemudian mengontrak anak-anak berbakat ini terlibat dalam proyek animasi studio besar,” ujarnya memberi ilustrasi.

Untuk itu, Deddy berharap BIDAF yang akan diselenggarakan pada tanggal 6-8 November 2015 di Gedung Landmark Jl. Braga Kota Bandung dapat berperan sebagai penanda pada dunia bahwa Bandung – Jawa Barat adalah pusat pengembangan digital arts di Asia.

Perancang BIDAF Franki Raden menjelaskan BIDAF  kedua di tahun 2015 ini akan mengembangkan program yang meliputi video art, animasi, pertunjukkan intermedia, musik digital, seni robotic dan interactive installation. “BIDAF bertujuan untuk mendorong tumbuhnya kreativitas generasi muda yang berhubungan dengan seni dan teknologi digital. BIDAF tahun ini juga berupaya untuk menjangkau penonton yang lebih besar dari segala generasi. Oleh sebab itu, lokasi BIDAF bukan di ruang pameran senirupa seperti pada umumnya, melainkan di sebuah gedung yang lebih bersifat populis,” jelasnya.

Dijelaskan Franki, tahun ini secara khusus BIDAF bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada almarhum Harry Roesli, seorang seniman yang mengawali pertunjukkan musik elektronik dan seni multimedia di Bandung pada awal tahun 1980an. Untuk itu BIDAF akan menampilkan kembali sebuah karya Harry Roesli pada hari Sabtu tanggal 7 November Pk 20:00 yang berjudul OFF THE RECORD.

“Selain itu, BIDAF juga akan menampilkan lebih dari 30 seniman digital ternama dari Indonesia dan luar negeri yang akan mengangkat panorama seni digital di Bandung.  Sebut saja Bill Viola (USA), The Void by Tundra (Russia), Arahmaiani (Indonesia), dan Eldwin Pradipta (Indonesia), sebagai penampil utama BIDAF,” jelasnya.(R)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: