» » Gubernur Minta Warga Waspada Banjir di Jabar dan Jakarta

SJO BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meminta warga Jawa Barat dan Jakarta waspada potensi banjir pada akhir tahun ini serta awal tahun mendatang. Pasalnya, potensi curah hujan kemungkinan akan besar pada periode tersebut sementara kondisi lingkungan pemicu banjir langganan dinilai masih belum membaik.

"Pendekatan struktural yang kita lakukan di Citarum misalnya, itu belum sepenuhnya optimal. Sungai sudah dikeruk besar-besaran dengan dana masif pemerintah tahun 2011, banjir relatif kecil tahun 2012 dan 2013 tapi tahun lalu muncul lagi," katanya di Surabaya, Sabtu 07/11/15).

Menurut dia, situasi sejenis terjadi pada aliran sungai lain pemicu banjir tahunan, seperti Ciliwung dan Cisadane, yang mana pendekatan struktural belum sebanding dengan pendekatan kultural terutama memperbaiki lingkungan hulu sungai dan mengubah gaya hidup masyarakat.

"Sekalipun memang pendekatan kultural itu unik, karena kalaupun konsisten dilakukan, hasilnya baru terlihat paling cepat 10 tahun kemudian," katanya, seraya mengatakan situasi itu terjadi karena perbaikan di hulu dengan penanaman pohon perlu waktu untuk jadi besar dan berfungsi sebagai daerah tangkapan.

Karenanya, Pemprov Jabar bekerjasama dengan sejumlah elemen intens melakukan penanaman pada wilayah catchment area tersebut seperti dilakukan Wagub Deddy Mizwar dalam Festival Citarum pekan lalu.
Di sisi lain, Pemprov Jawa Barat juga terus berusaha melakukan pembebasan wilayah Cieunteung di Kabupaten Bandung seluas lima hektar dari area pemukiman untuk dijadikan kolam retensi.

"Kolam ini akan kurangi banjir, bahkan bisa kita buatkan jadi areal mancing jika musim hujan tiba dan tempat olahraga pada musim kemarau. Faktanya, pembebasan lahan masih berproses, tidak mudah juga sepakat dalam uang ganti rugi," katanya.

Bendungan Ciawi
Aher menekankan, potensi banjir masih ada karena salah satu rencana besar merendam banjir langganan Jakarta dan Jabar juga masih dalam proses yakni pembangunan Waduk Ciawi di Kawasan Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Waduk ini nantinya terdiri dari dua buah bendung, yakni masing-masing luas 89,42 hektar dan 49,82 hektar.

Dua bendung ini akan menggenangi lima desa di Kecamatan Megamendung dan satu desa di Kecamatan Cisarua. Yakni Desa Sukamahi, Sukakarya, Gadog, Cipayung Datar di Kecamatan Megamendung, dan Desa Kopo di Kecamatan Cisarua.

Data Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane menyebutkan, pembebasan lahan akan selesai pada akhir 2015. Sedangkan proyek pembangunan waduk direncanakan akan rampung pada tahun 2016 mendatang.

“Dalam pembangunan waduk ini, kelihatannya ada kendala benturan tata ruang karena tidak boleh terjadi perubahan secara parsial. Kami mengusulkan pemerintah pusat membuat terobosan, seperti mengeluarkan Perpres Bendungan Ciawi atau mengizinkan Pemkab Bogor merubah rencana detil tata ruangnya," pungkasnya.(R)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: